Selamatkan Yaki’s talk at Kpalang in Langowan!

Last Friday, Yunita and I went to the base camp of Kpalang, a nature club in Langowan. We were welcomed by the members at their base camp which was nicely prepared for our talk. After introducing our programme, we discussed our upcoming Yaki Pride Campaign which will be held in both Tomohon and Langowan. These areas are very important for our yaki conservation strategy as many people who sell and buy yaki meat come together at the traditional markets in both places. As we continued talking, more people joined us, young and old alike, who were curious what this was all about.

Hari Jumat  21 Juni 2013 minggu lalu, saya dan Yunita berkunjung di Basecamp kelompok pecinta alam Kpalang di Langowan. Kami disambut dengan sangat baik dan ramah oleh anggota kelompok, yang juga telah mempersiapkan tempat untuk kami adakan sosialisasi. selain Kapalang juga ada hadir Teman teman dari organisasi Avinity  Sesudah kami perkenalkan program kami, kami mendiskusikan mengenai Yaki pride Campain yang akan di selenggarakan nanti di Langowan dan Tomohon. Kedua areal ini sangat penting bagi strategi konservasi yaki kami karena banyak orang yang menjual dan membeli daging satwaliar di pasar pasar traditional daerah ini. Sementara kami pemaparan, banyak orang yang datang bergabung, baik tua maupun muda.

We also showed a video, made by the BBC, about the yaki, the threats to their existence and how they live in big social groups in the wild, mainly in Tangkoko Nature Reserve. The members of Kpalang recognised the threats that the yaki are facing: many people here like to eat the yaki, despite it being an endangered animal. We discussed which approach would be best to raise awareness about this problem so we can secure the future of the yaki and the forests they live in. By doing so, we will create a better future for us and the next generations. After all, we depend on the forests for food, materials and the protection against natural disasters. After the talk, many members showed interest in helping with our Yaki Pride Campaign and we are looking forward to join our efforts! 

Kami juga mengadakan pemutaran Film Yaki buatan BBC, bagaimana kehidupan Yaki, mulai dari ancaman yang dihadapinya sampai pada kehidupan sosialnya dalam satu kelompok besar di alam liar cagar alam Tangkoko. Anggota kelompok pecinta alam Kapalang tahu juga mengenai ancaman yang dihadapi oleh Yaki: banyak orang disini makan yaki, walaupun sebenarnya binatang ini adalah binatang terancam punah. Kami mendiskusikan pendekatan apa yang terbaik dalam membangun kepedulian dan kesadaran mengenai masalah ini, sehingga kita bisa nantinya akan menjaga atau menyelamatkan masa depan yaki dan Hutannya. Dengan berbuat demikian kita juga menjaga akan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya. Selebihnya, kita bergantung pada hutan untuk makanan, material, dan proteksi terhadap bencana alam. Sesudah pemaparan, banyak anggota yang menunjukkan tertarik kannya untuk mendukung dan menolong kami untuk Yaki Pride Campaign, dan kami menunggu balasan untuk bekerja sama dalam kampanye ini.

A big thank you to Kpalang and Gmpa Affinity and its members for hosting this meeting and we hope to start our collaboration soon, spreading awareness about the yaki’s endangered status and our plight to protect them!

Terima kasih banyak kepada kelompok pecinta alam Kpalang, Gmpa Affinity dan anggotanya dalam mengatur pertemuan ini, kami berharap akan segera memulaikan kerjasama kita secepatnya, untuk menyebarkan pesan mengenai keadaan yaki yang sudah terancam punah, dan usaha kita untuk menjaga mereka!

Together we will save the yaki!

Selamatkan Yaki’s T shirt competition ~ competisi!

Selamatkan Yaki’s T shirt design closing on June 28th 2013! 

Penutupan Kompetisi Desain T-Shirts Selamatkan Yaki 28 JUNI 3013!

Which design should be the winner of our Selamatkan Yaki T shirt competition? See the many beautiful designs in the slideshow below or on our board on pinterest. You can vote here (click) until June 28th!

Desain manakah yang akan menjadi pemenang dalam kompetisi desain T-Shirt Selamatkan Yaki? Lihatlah beberapa karya indah pada SlideShow di bawah ini atau pada Pinterest. Anda bisa memilihnya disini (click) sampai 28 Juni 2013.

 

Selamatkan Yaki meets SLANK!

Fantastic day yesterday, as we (Yunita, Harry and I) were introduced to the members of the famous Indonesian band SLANK!!! 

Kemarin merupakan hari yang fantastis (luar biasa), karena kami (Yunita, Harry dan saya) diperkenalkan dengan personil SLANK, band yang terkenal di Indonesia.

Just before their performance in the Manado Convention Centre (MCC) in Manado, we had the chance to meet with Abdee (guitars) from SLANK and discuss our conservation efforts for the Sulawesi crested black macaque, our lovely yaki! Abdee himself is born here in Sulawesi and sees the importance of protecting our yaki population and their habitat.

Sebelum pertunjukan mereka di Manado Convention Centre (MCC) di Manado, kami mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Abdee (gitaris) SLANK dan membicarakan tentang upaya konservasi kami untuk Sulawesi crested black macaque, Yaki kita tercinta! Abdee sendiri lahir di Sulawesi dan dia melihat pentingnya untuk melindungi yaki dan habitatnya.

Selamatkan Yaki meeting the band SLANK! Harry, Yunita and Thirza with Abdee (guitarist), Bimbim (drummer)!, and Ridho (guitarist)! Joined by the lovely female singers: Kikan and Andien! Selamatkan Yaki bertemu dengan SLANK! Harry, Yunita dan Thirza dengan Abdee (gitaris), Bimbim (Drummer) dan Ridho (gitaris)! Bersama juga dengan : Kikan dan Andien!

Selamatkan Yaki meeting the band SLANK! Harry, Yunita and Thirza with Abdee (guitarist), Bimbim (drummer)!, and Ridho (guitarist)! Joined by the lovely female singers: Kikan and Andien! Selamatkan Yaki bertemu dengan SLANK! Harry, Yunita dan Thirza dengan Abdee (gitaris), Bimbim (Drummer) dan Ridho (gitaris)! Bersama juga dengan : Kikan dan Andien!

The yaki can be seen as “Protectors of our forests” as they play a vital role in maintaining a balanced ecosystem, e.g. by eating fruits and dispersing the seeds so new trees can grow. They also are an important “Flagship species”: by protecting the yaki and its habitat, we protect many other animals that live in the forests of North Sulawesi. We rely heavily on the natural resources that the forests bring us (e.g. fresh air, water and protection against natural disasters like floods), which brings the circle back to us: it is now our turn to maintain the balance by protecting our yaki, the forests and the many species in them!

Yaki bisa dipandang sebagai “Pelindung Hutan Kita” karena Yaki memainkan peran yang penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sebagai contoh; dengan memakan buah-buahan dan menyebarkan biji-biji dari buah-buahan tersebut sehingga tumbulah pohon yang baru. Mereka juga merupakan “Spesies Unggulan”: dengan melindungi Yaki dan habitatnya, kita melindungi banyak hewan lain yang hidup di Hutan Sulawesi Utara. Kita sangat bergantung pada sumber daya alam yang berasal dari Hutan (contohnya: udara segar, air dan perlindungan dari bencana alam seperti banjir), yang kemudian akan dikembalikan kepada kita: sekarang giliran kita yang memelihara keseimbangan dengan melindungi yaki kita, hutan dan banyak species lain di dalamnya. 

Abdee and his band, who already have been actively involved in conservation here in Indonesia, would like to support our programme and started already yesterday evening! We had the privilege to see their live performance and at the end of the concert the singer Kaka gave a message to the audience: “Please save the yaki, stop eating the yaki!”. 

Abdee dan bandnya, yang sudah lebih dulu aktif terlibat dalam konservasi di Indonesia, ingin mendukung program kami dan sudah dimulai kemarin malam!! Kami mendapatkan kesempatan istimewa untuk melihat performance mereka dan pada akhir dari konser mereka, vokalis SLANK, Kaka, memberikan pesan untuk penonton mereka malam itu: “Selamatkan Yaki, berhenti untuk makan Yaki!!”

At the end of the concert, SLANK even voiced their concerns for the yaki by asking the public: "Please do not eat yaki, safe the yaki!" Thank you SLANK for your support! Pada akhir konser, SLANK menyuarakan kepedulian mereka pada yaki dengan meminta masyarakat “Tolong jangan makan Yaki, selamatkan Yaki!” Terima kasih SLANK untuk dukungan kalian!

At the end of the concert, SLANK even voiced their concerns for the yaki by asking the public: “Please do not eat yaki, safe the yaki!” Thank you SLANK for your support! Pada akhir konser, SLANK menyuarakan kepedulian mereka pada yaki dengan meminta masyarakat “Tolong jangan makan Yaki, selamatkan Yaki!” Terima kasih SLANK untuk dukungan kalian!

First of all, a big THANK YOU to Grace O’Nelwan and Andre OPA Sumual.  Andre, who was introduced to our programme very recently (more on this in our next blog!!), has already been of great help and has made our meeting with SLANK possible. 

Ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Grace dan Adnre OPA Sumual! Andre baru saja diperkenalkan dengan program kami, tapi sudah banyak membantu dan membuat pertemuan kami dengan SLANK menjadi mungkin.

We would furthermore like to thank SLANK for their support (you guys are great!) and we are looking forward to working together in the future by linking yaki conservation to the powerful medium, MUSIC!  

Selanjutnya kami mau berterima kasih kepada SLANK untuk dukungan mereka (kalian hebat!) dan kami menantikan kerja sama kita nanti dengan menghubungkan konservasi yaki dengan medium yang powerful, MUSIK!

Terima kasih banyak!

Thirza

This slideshow requires JavaScript.

The Selamatkan Yaki Team = growing!!

From April 2013, we have two “new” staff members in our team: Thirza Loffeld joined us as Education and Advocacy Coordinator and Junita Siwi became a full time employee as Education Officer. You may have noticed the word new is written in quotation marks since they are actually not strictly speaking new!

Sajak bulan April 2013, kami telah mempunyai dua staf “baru” dalam anggota tim kami. Thirza Loffeld telah bergabung bersama kami sebagai koordinator advokasi dan pendidikan dan Yunita Siwi telah menjadi karyawan full time sebagai petugas pendidikan. Anda mungkin memperhatikan bahwa kata “baru” ditulis dalam tanda kutip karena mereka sebenarnya tidak benar-benar baru.

Junita, who specialised in ecotourism for her BSc thesis, has already teamed up with Selamatkan Yaki for different projects. She participated in the 2011 and 2012 Minahasa village survey studies, in our 2012 pilot environmental education project and was in the village survey team during the Bacan island reconnaissance expedition.  

Yunita yang mengkhususkan diri dalam ekowisata untuk S1-nya, telah bergabung dengan tim Selamatkan Yaki untuk proyek yang berbeda. La mulai berpartisipasi pada tahun 2011 dan melakukan penelitian survey di Minahasa dan juga dalam proyek uji coba pendidikan lingkungan, pada tahun 2012, dan bergabung dengan tim survey desa dan melakukan ekspedisi pulau Bacan di bulan februari tahun 2013

As for Thirza, who graduated from Oxford Brookes University with a MSc in Primate Conservation, she previously volunteered with us from August to October last year and worked with Harry on our education and awareness raising programme. We are happy to have them both added to our team, which is made possible due to the combined support of all our sponsors.

Thirza adalah lulusan dari Universitas Oxford Brookes dalam MSc untuk pelestarian primata. La sebelumnya telah menjadi sukarelawan sejak bulan Agustus-Oktober tahun lalu, dan telah bekerja sama dengan Harry dalam meningkatkan program pendidikan dan kepedulian. Kami senang mereka berdua telah bergabung dalam tim. Kami yang memungkinkan kami untuk memperoleh dukungan penuh dari para sponsor.

This slideshow requires JavaScript.

While active conservation measures like our core Tangkoko Rejuvenation project are essential, we believe that awareness raising campaigns and education programmes are two key solutions to reduce the threats faced by critically endangered species. Having two full time new team members focusing on these conservation approaches will enable us to spread our message throughout the whole Minahasa region!

Meskipun tindakan konservasi aktif dari proyek utama peremajaan Tangkoko sangat penting. Kami percaya bahwa program kampanye untuk meningkatkan kepedulian dan pendidikan adalah dua kunci solusi untuk mengurangi ancaman-ancaman terhadap spesies-spesies yang terancam punah. Dengan ketambahan 2 anggota tim baru ini, yang berfokus pada pendekatan konservasi tentu akan memungkinkan kami untuk menyebarkan pesan keseluruh wilayah Minahasa!