Selamatkan Yaki meets SLANK!

Fantastic day yesterday, as we (Yunita, Harry and I) were introduced to the members of the famous Indonesian band SLANK!!! 

Kemarin merupakan hari yang fantastis (luar biasa), karena kami (Yunita, Harry dan saya) diperkenalkan dengan personil SLANK, band yang terkenal di Indonesia.

Just before their performance in the Manado Convention Centre (MCC) in Manado, we had the chance to meet with Abdee (guitars) from SLANK and discuss our conservation efforts for the Sulawesi crested black macaque, our lovely yaki! Abdee himself is born here in Sulawesi and sees the importance of protecting our yaki population and their habitat.

Sebelum pertunjukan mereka di Manado Convention Centre (MCC) di Manado, kami mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Abdee (gitaris) SLANK dan membicarakan tentang upaya konservasi kami untuk Sulawesi crested black macaque, Yaki kita tercinta! Abdee sendiri lahir di Sulawesi dan dia melihat pentingnya untuk melindungi yaki dan habitatnya.

Selamatkan Yaki meeting the band SLANK! Harry, Yunita and Thirza with Abdee (guitarist), Bimbim (drummer)!, and Ridho (guitarist)! Joined by the lovely female singers: Kikan and Andien! Selamatkan Yaki bertemu dengan SLANK! Harry, Yunita dan Thirza dengan Abdee (gitaris), Bimbim (Drummer) dan Ridho (gitaris)! Bersama juga dengan : Kikan dan Andien!

Selamatkan Yaki meeting the band SLANK! Harry, Yunita and Thirza with Abdee (guitarist), Bimbim (drummer)!, and Ridho (guitarist)! Joined by the lovely female singers: Kikan and Andien! Selamatkan Yaki bertemu dengan SLANK! Harry, Yunita dan Thirza dengan Abdee (gitaris), Bimbim (Drummer) dan Ridho (gitaris)! Bersama juga dengan : Kikan dan Andien!

The yaki can be seen as “Protectors of our forests” as they play a vital role in maintaining a balanced ecosystem, e.g. by eating fruits and dispersing the seeds so new trees can grow. They also are an important “Flagship species”: by protecting the yaki and its habitat, we protect many other animals that live in the forests of North Sulawesi. We rely heavily on the natural resources that the forests bring us (e.g. fresh air, water and protection against natural disasters like floods), which brings the circle back to us: it is now our turn to maintain the balance by protecting our yaki, the forests and the many species in them!

Yaki bisa dipandang sebagai “Pelindung Hutan Kita” karena Yaki memainkan peran yang penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sebagai contoh; dengan memakan buah-buahan dan menyebarkan biji-biji dari buah-buahan tersebut sehingga tumbulah pohon yang baru. Mereka juga merupakan “Spesies Unggulan”: dengan melindungi Yaki dan habitatnya, kita melindungi banyak hewan lain yang hidup di Hutan Sulawesi Utara. Kita sangat bergantung pada sumber daya alam yang berasal dari Hutan (contohnya: udara segar, air dan perlindungan dari bencana alam seperti banjir), yang kemudian akan dikembalikan kepada kita: sekarang giliran kita yang memelihara keseimbangan dengan melindungi yaki kita, hutan dan banyak species lain di dalamnya. 

Abdee and his band, who already have been actively involved in conservation here in Indonesia, would like to support our programme and started already yesterday evening! We had the privilege to see their live performance and at the end of the concert the singer Kaka gave a message to the audience: “Please save the yaki, stop eating the yaki!”. 

Abdee dan bandnya, yang sudah lebih dulu aktif terlibat dalam konservasi di Indonesia, ingin mendukung program kami dan sudah dimulai kemarin malam!! Kami mendapatkan kesempatan istimewa untuk melihat performance mereka dan pada akhir dari konser mereka, vokalis SLANK, Kaka, memberikan pesan untuk penonton mereka malam itu: “Selamatkan Yaki, berhenti untuk makan Yaki!!”

At the end of the concert, SLANK even voiced their concerns for the yaki by asking the public: "Please do not eat yaki, safe the yaki!" Thank you SLANK for your support! Pada akhir konser, SLANK menyuarakan kepedulian mereka pada yaki dengan meminta masyarakat “Tolong jangan makan Yaki, selamatkan Yaki!” Terima kasih SLANK untuk dukungan kalian!

At the end of the concert, SLANK even voiced their concerns for the yaki by asking the public: “Please do not eat yaki, safe the yaki!” Thank you SLANK for your support! Pada akhir konser, SLANK menyuarakan kepedulian mereka pada yaki dengan meminta masyarakat “Tolong jangan makan Yaki, selamatkan Yaki!” Terima kasih SLANK untuk dukungan kalian!

First of all, a big THANK YOU to Grace O’Nelwan and Andre OPA Sumual.  Andre, who was introduced to our programme very recently (more on this in our next blog!!), has already been of great help and has made our meeting with SLANK possible. 

Ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Grace dan Adnre OPA Sumual! Andre baru saja diperkenalkan dengan program kami, tapi sudah banyak membantu dan membuat pertemuan kami dengan SLANK menjadi mungkin.

We would furthermore like to thank SLANK for their support (you guys are great!) and we are looking forward to working together in the future by linking yaki conservation to the powerful medium, MUSIC!  

Selanjutnya kami mau berterima kasih kepada SLANK untuk dukungan mereka (kalian hebat!) dan kami menantikan kerja sama kita nanti dengan menghubungkan konservasi yaki dengan medium yang powerful, MUSIK!

Terima kasih banyak!

Thirza

This slideshow requires JavaScript.

One thought on “Selamatkan Yaki meets SLANK!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s