New social media volunteers for SY! Relawan baru media sosial SY!

We would like to welcome our new social media experts, Katharine Szokalo and Brittany Kenyon into our team! Would you like to know more about their backgrounds and what inspired them to contribute to primate conservation? Read their introduction blogs here! 

Kami ingin menyambut ahli media sosial kami, Katharine Szokalo dan Brittany Kenyon ke dalam tim kami! Kalian ingin tahu mengenai latar belakang mereka dan apa yang menginspirasi mereka untuk berkontribusi dalam konservasi primata?? Baca mengenai mereka di blog ini!

Katharine Szokalo and her cat

Katharine and her cat!

Hello, I am Katharine. In 2011 I decided to follow my dreams and pursue a career working with animals. Prior to this I worked behind the scenes at two different universities and I studied for a Postgraduate Diploma in Corporate Communications.

Halo, nama saya Katharine. Pada tahun 2011 saya memutuskan untuk mengikuti impian saya dan mengejar karir untuk dapat bekerja dengan satwa. Sebelum itu, saya bekerja untuk dua universitas yang berbeda dan juga mengambil magister di bidang Komunikasi.

At the end of 2011, I began volunteering at an exotic pet refuge, a sanctuary that rescued animals from the pet trade and included everything from primates to an Alligator!  It was during my time there that I first encountered the Sulawesi crested black macaque (locally known as yaki), a female named Cinders who came from the entertainment industry. I found her so fascinating that I decided to try and find out as much as I could about this unique species. It was sad that Cinders never got to know her own kind, especially after I had visited wildlife Parks within the UK and seen groups of Yaki interacting with each other as they are very social animals living in big groups in the wild!

Pada akhir tahun 2011, saya mulai menjadi relawan di tempat perlindungan hewan peliharan eksotis yang menyelamatkan satwa dari perdagangan ilegal, termasuk di dalamnya satwa seperti primata dan aligator. Saat itu merupakan pertama kalinya saya melihat seekor yaki betina bernama Cinders yang diselamatkan dari industri hiburan. Saya terpesona oleh Cinders dan memutuskan untuk mencoba dan mencari tahu mengenai satwa unik ini. Sangat menyedihkan mengetahui bahwa Cider tidak akan pernah mengenal jenisnya sendiri, khususnya setelah saya mengunjungi kebun binatang di inggris dan melihat kelompok yaki yang berinteraksi satu sama lain mengingat bahwa yaki di alam liar merupakan primata social yang hidup berkelompok.

In September 2012, I started studying for the BIAZA Diploma in the Management of Zoo and Aquarium Animals. My interest in the Yaki lead me to find the Selamatkan Yaki Facebook page. I contacted Harry, the programme field manager, and then saw that SY were looking for Twitter volunteers, so I became a Twitter volunteer in December 2012.  In February of this year I left the exotic pet refuge and began volunteering at a very small Falconry and Wildlife Park.

Pada September 2012, saya mulai mengambil sarjana Management of Zoo and Aquarium Animals di BIAZA. Ketertarikan saya terhadap yaki mengarahkan saya pada program “Selamatkan Yaki” melalui Facebook. Saya kemudian menghubungi Harry, koordinator lapangan SY dan kemudian mengetahui behwa SY sedang mencari relawan untuk Twitter, dan kemudian saya menjadi relawan Twitter SY di bulan Desember 2012. Bulan February tahun ini saya kemudian berhenti di tempat perlindungan hewan peliharan eksotis dan memulai menjadi relawan di Falconry and Wildlife Park.

I have recently returned from volunteering at Wild Futures Monkey Sanctuary, which was an excellent experience and I am hopefully returning back to volunteer again in October. The Monkey Sanctuary rescues primates from the pet trade and campaigns to end the primate pet trade.

Saat ini saya baru saja ikut program relawan di Wild Futures Monkey Sanctuary, yang merupakan pengalaman yang sangat menarik dan semoga dapat kembali lagi menjadi relawan di bulan Oktober. Wild Futures Monkey Sanctuary menyelamatkan primata dari perdagangan ilegal dan melakukan kampanye untuk menghentikan perdagangan ilegal primata.

Recently, I have expanded my activities with Selamatkan Yaki and become a social media volunteer, with the aim to keep Selamatkan Yaki public up-to-date with the latest primate conservation news, including the latest activities and whereabouts of the Selamatkan Yaki team through Facebook and other social media channels. I will also be helping the SY’s Education and Awareness Team with the development of new methods of reaching a wider audience, both nationally and internationally, e.g. by creating online competitions and events to promote our cause. I am looking forward to being part of such a great team!

Bulan ini saya menambah aktivitas saya di Selamatkan Yaki dan menjadi relawan media sosial, dengan tujuan untuk menjaga media sosial Selamatkan Yaki tetap up to date dengan berita dari konservasi primata, termasuk aktivitas terbaru dan hal lainnya mengenai tim SY. Saya juga akan membantu tim edukasi dan penyadartahuan SY dengan mengembangkan metode baru untuk mencapai pemerhati yang lebih luas, baik nasional dan internasional seperti membuat kompetisi dan acara untuk mempromosikan SY. Saya sangat senang sekali menjadi bagian dari tim yang luar biasa ini!

Our new volunteer Brittany!

Our new volunteer Brittany!

Hello! My name is Brittany and I am Selamatkan Yaki’s newest volunteer. I am currently living in upstate New York where I recently graduated from Ithaca College with a BA in anthropology. I finished my college career by writing a thesis about how humans’ view and treatment of non-human primates can ultimately change the behavior of non-human primates. The topic of my thesis, formally known as ethnoprimatology, has become a keen interest of mine.

Halo, Nama saya Britanny dan saya merupakan relawan baru di Selamatkan Yaki. Saat ini saya tinggal di New York dan baru saja lulus sarjana dari Ithaca Colleege  di bidang Anthropologi. Saya menyelesaikan sarjana saya dengan tesis mengenai bagaimana sudut pandang dan perawatan manusia terhadap primata dapat menjadi alasan utama perubahan perilaku primata. Topik tesis saya biasanya disebut sebagai ethnoprimnatologi yang merupakan hal yang menarik untuk saya.

Currently, I work in the admissions department of the Seneca Park Zoo in New York and as a grant researcher for the newly formed Monkey Madness Primate Sanctuary in California. In the past, I’ve interned at the Rochester Museum and Science Center in New York, Jungle Friends Primate Sanctuary in Florida and volunteered at the Fauna Foundation (a sanctuary for chimpanzees retired from biomedical research) in Montreal, Canada. I also attended a field school in Kenya where I learned much about conservation and evolution.

Saat ini saya bekerja di bagian administrasi di Seneca Park Zoo New York dan sebagai peneliti di program baru Monkey Madness Primate di California. Sebelumnya saya magang di Rochester Museum and Science Center, New York, Jungle Friends Primate Sanctuary, Florida dan menjadi relawan  di Fauna Foundation di Montreal, Canada. Saya juga mengikuti sekolah lapangan di Kenya dan belajar banyak mengenai konservasi dan evolusi.

I am working in primate conservation for a variety of reasons. In a recent article in the New York Times, there was a sentence that read: “to study primates today is not to discover them for the first time, but to perhaps say farewell.” This sentence really struck me; primates are such amazing animals and we should not be thinking of saying goodbye to them any time soon. There is a lot of work that can be done to conserve all species and given our close evolutionary history to primates, they should be a priority. Therefore, I believe in doing all the work that I can to help educate and spread the word about primate conservation!

Saya bekerja di bidang konservasi primata dengan berbagai alasan. Dalam sebuah artikel di New York Times, terdapat sebuah kalimat : mempelajari primata saat ini bukanlah untuk mengungkapkan mengenai mereka untuk pertama kalinya, tetapi mungkin untuk mengucapkan selamat tinggal. Kalimat tersebut sangat menusuk hati saya; primata merupakan satwa yang sangat luar biasa dan kita seharusnya tidak berfikir untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mereka dalam waktu singkat. Masih banyak yang bisa kita lakukan untuk melestarikan semua spesies dan secara sejarah evolusi primata dekat dengan primata, maka seharusnya mereka menjadi prioritas.  Saya percaya dengan melakukan semua pekerjaan tersebut kita dapat membantu mengedukasi dan melakukan penyadartahuan mengenai konservasi primata!

During my short time with Selamatkan Yaki, I have worked to bring current conservation related articles to Facebook and Twitter. I am also working on the Pinterest boards (which you can find here). I am looking forward to my time with the program and spreading the work about the yaki!

Selama periode singkat saya di Selamatkan Yaki, saya melakukan penyebarluaskan artikel yang berhubungan dengan konservasi terbaru melalui Facebook dan Twitter. Saya juga membantu di Pinterest SY, tolong membaca di sini. Saya sangat senang untuk dapat membantu program ini dan menyebarkan informasi mengenai yaki!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s