Selamatkan Yaki Quiz night!

On the 29th August, 5 zoos from the UK took part in a quiz night event to raise money and awareness for Selamatkan Yaki. The event was set up by Jodie Dryden, a keeper at Drusillas Park, who has recently been out to Sulawesi to work with the SY Team. 

05

Jodie Dryden, the mastermind behind this wonderful fundraiser. | Jodie Dryden, otak di balik kegiatan penggalangan dana yang keren ini.

Pada tanggal 29 Agustus lalu, 5 kebun binatang di Inggris berpartisipasi dalam kegiatan Quiz Night! Quiz Night adalah kegiatan di mana para peserta yang telah mendaftar berlomba menjawab pertanyaan-pertanyaan kuis yang disebutkan panitia. Quiz Night kali ini diselenggarakan oleh Jodie Dryden, seorang penjaga di Kebun Binatang Drusillas Park. Beberapa waktu lalu, Jodie sempat tinggal di Sulawesi untuk bekerja bersama tim Selamatkan Yaki. Quiz Night kali ini pun diadakan untuk menggalang dana dan meningkatkan kesadaran masyarakat bagi kegiatan-kegiatan Selamatkan Yaki.

Keepers at Paignton zoo, Newquay zoo, London ZSL and Dudley Zoological Gardens joined Jodie and her fellow keepers at Drusillas Park in hosting a quiz night, which occurred on the same evening at each establishment. Once the quiz was completed the scores were added and a winning team would be confirmed, crowning them the Quiz champions.

16 Newquay zoos staff taking part in the quiz

Newquay Zoo’s staff also took part in the quiz. | Pegawai Kebun Binatang Newquay juga turut memeriahkan acara Quiz Night.

Para penjaga di Kebun Binatang Paignton, Kebun Binatang Newquay, London ZSL, dan Kebun Binatang Dudley bergabung dengan Jodie dan penjaga lain di Kebun Binatang Drusillas Park dalam menyelenggarakan sebuah Quiz Night, yang diadakan pada malam yang sama di masing-masing instansi. Begitu kuis selesai, skor-skor dijumlahkan dan tim pemenang akan diumumkan.

The quiz contained 10 rounds including sports, general knowledge, geography, logos, celebrities, history, films/TV, animals, food & drink and music questions. Each person paid £1 minimum donation to enter the quiz, which was going towards the project car for the SY team out in Sulawesi. Each establishment was in charge of their own evening event and fundraising activities, which included raffles, guessing games and cake sales in an attempt to gather more donations.

Quiz Night kali ini memiliki 10 babak dengan tema masing-masing, antara lain olahraga, pengetahuan umum, geografi, logo, selebriti, sejarah, film/TV, binatang, makanan dan minuman, serta music. Setiap peserta memberi sumbangan minimum £1 untuk mendaftar, yang akan diserahkan kepada tim Selamatkan Yaki di Sulawesi untuk pengadaan mobil operasional. Setiap instansi bertanggung jawab untuk kegiatan quiz night dan penggalangan dana masing-masing. Kegiatan penggalangan dana ini antara lain undian, game tebak-tebakan dan penjualan kue.

A cake by Julie Wilkinson, one of the keepers at Drusillas Park, which was donated for the raffle. | Kue buatan Julie Wilkinson, salah satu penjaga Kebun Binatang Drusillas, yang disumbang untuk undian.

A cake by Julie Wilkinson, one of the keepers at Drusillas Park, which was donated for the raffle. | Kue buatan Julie Wilkinson, salah satu penjaga Kebun Binatang Drusillas, yang disumbang untuk undian.

One of the items donated for the raffle came from Julie Wilkinson, one of the keepers at Drusillas Park. She baked a fantastic Selamatkan Yaki cake for the raffle, complete with the yaki and its signature heart-shaped bottom.

Salah satu sumbangan untuk undian berasal dari Julie Wilkinson, salah satu penjaga Kebun Binatang Drusillas. Ia membuat kue Selamatkan Yaki yang sangat keren, lengkap dengan gambar yaki dan pantat berbentuk hatinya yang khas.

Combining awareness raising, charity, and fun in one night; well done, Jodie! | Menggabungkan penyadartahuan, penggalangan dana, dan senang-senang dalam satu kegiatan; mantap, Jodie!

Combining awareness raising, charity, and fun in one night; well done, Jodie! | Menggabungkan penyadartahuan, penggalangan dana, dan senang-senang dalam satu kegiatan; mantap, Jodie!

Jodie gave a talk to all who attended the evening at Drusillas Park, about the Selamatkan Yaki programme and explaining about the Yaki and what efforts are being done to save it.

Sebelum acara kuis dimulai, Jodie memperkenalkan program Selamatkan Yaki kepada para hadirin di Drusillas Park dan menjelaskan mengenai yaki dan usaha-usaha yang sedang dilakukan untuk menyelamatkan spesies ini.

Donations from Drusillas park

Quiz night at Drusillas Park raised a total of £342.40 in donations. Well done! | Quiz Night di Kebun Binatang Drusillas Park menggalang sumbangan sebesar £342,40. Hebat!

At the end of the evening, the scores were counted and the winning 2 teams were from Paignton zoo, which drew on 42 points out of 65. 

Akhirnya, skor-skor dihitung dan dua tim pemenang berasal dari Kebun Binatang Paignton, yang memperoleh skor 42 dari total 65.

The amount raised on the evening from all 5 collections was the amazing total of £1,242.40.

Akhirnya, dana yang disumbangkan melalui kegiatan di lima instansi ini berjumlah £1.242,40.

Awareness raised for the yaki also spread beyond the presentations and conversations during quiz night. The event was covered by a news website, ITV.com, which can be found here. It was also reported in a local newspaper. This media coverage has spread the word to an even wider audience than first expected, and raised even more awareness for the yaki and Selamatkan Yaki programme.

The charity quiz night was covered by local press, spreading awareness to an even wider audience. | Penggalangan dana melalui Quiz Night ini diliput koran lokal dan menyebarkan pesan konservasi ke masyarakat yang lebih luas.

The charity quiz night was covered by local press, spreading awareness to an even wider audience. | Penggalangan dana melalui Quiz Night ini diliput koran lokal dan menyebarkan pesan konservasi ke masyarakat yang lebih luas.

Penyadartahuan mengenai yaki juga meluas melebihi presentasi dan percakapan di acara Quiz Night. Kegiatan ini dilaporkan dalam sebuah situs berita, yang bisa diakses di sini. Kegiatan ini juga diliput oleh koran lokal. Liputan media ini telah menyebarkan pesan ke masyarakat yang lebih luas, melebihi harapan awal, dan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai yaki dan kegiatan-kegiatan Selamatkan Yaki.

Overall, the evening went perfectly, with lots of money and awareness raised for both Selamatkan Yaki and this unique macaque species. Selamatkan Yaki would like to give a big THANK YOU to Jodie for her wonderful efforts in supporting our cause. A special thanks to all participating zoos, their directors and employees for hosting and participating in this unique event! Jodie would furthermore like to thank Nicola, Lewis, Nicole and Kathryn for helping the evening be a success and for doing a fantastic job by organising the collections events at their respective zoos.

Secara keseluruhan, Quiz Night kali ini berjalan dengan sangat baik! Selamatkan Yaki mendapatkan sumbangan dana yang cukup besar, dan perhatian untuk spesies-spesies makaka semakin meningkat. Selamatkan Yaki ingin berterima kasih pada Jodie untuk usahanya yang luar biasa dalam mendukung kegiatan kami. Kami juga ingin berterima kasih kepada Nicola, Lewis, Nicole dan Kathryn yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini dan telah menyelenggarakan kegiatan penggalangan dana di instansi masing-masing dengan sangat baik.

 Together we will save the yaki!

This slideshow requires JavaScript.

New partnership for Macaques! Partnership baru untuk Makaka!

Image SY MPC 3

We invite you to celebrate with us our new partnership for macaques! SY and MPC have joined their forces and united the Barbaries and Yaki! Mari rayakan partnership baru untuk makaka bersama kami! SY dan MPC telah menggabungkan kekuatan dan menyatukan Barbary dengan Yaki!

13580 kilometres apart, in completely different habitats, affected by different climate zones, and on different continents, live the Critically Endangered Sulawesi crested black macaque (Macaca nigra) and the Endangered Barbary macaque (Macaca sylvanus) – two species of the genus “Macaca“.

Dipisahkan jarak sejauh 13580 kilometer, di habitat yang sama sekali berbeda, dipengaruhi zona iklim berbeda, dan berada pada benua yang berbeda, hidup dua spesies dari genus “Macaca” yang terancam – yaki hitam Sulawesi (Macaca nigra) dan makaka Barbary (Macaca sylvanus).

FDSC_3501[1]

These macaque species, though distant cousins, live in very different climates and having a different diet. Yet they face similar threats: the humans are encroaching their habitat, destroying their homes, and hunt these endangered macaques.

What do these two species have in common apart from similar threats and behavioural and genetic similarities? Both species benefit from a team of hard working individuals with a large group of (local and international) supporters who are fighting for their survival, under the auspices of two conservation organisations: Selamatkan Yaki (SY) and the Moroccan Primate Conservation foundation (MPC). Both organisations have very similar conservation goals. We would like to share with you our happiness about announcing a partnership between Selamatkan Yaki and MPC and tell you a bit more about how this all began.. 

AWalmsley-Yaki-014

Kedua spesies makaka ini, meski berkerabat jauh, hidup di iklim yang sangat berbeda dan mengkonsumsi makanan yang berbeda pula. Meski begitu, mereka menghadapi ancaman serupa: manusia merambah habitat, merusak rumah, dan memburu makaka terancam ini.

Kesamaan apa yang terdapat pada dua spesies ini, selain ancaman yang serupa dan kemiripan perilaku dan genetis? Kedua spesies ini menerima manfaat dari sebuah tim yang terdiri dari orang-orang pekerja keras yang didukung secara lokal dan internasional yang memperjuangkan keselamatan mereka, di bawah asuhan dua organisasi konservasi: Selamatkan Yaki dan Moroccan Primate Conservation foundation (MPC). Kedua organisasi ini memiliki tujuan konservasi yang sangat serupa.

Workshop-1

It all began at the first ever Macaca nigra workshop, held in Manado (Indonesia) in April 2013. Semuanya berawal di lokakarya Macaca nigra yang pertama kali diadakan di Manado (Indonesia) pada bulan April 2013.

The idea for a partnership came to life after Els van Lavieren (MPC’s Director) assisted during the workshop to create a strategic conservation plan (i.e. Species Action Plan) for the M. nigra, in Manado, Indonesia last April 2013. MPC had recently been through the process of creating such an important plan for the M. sylvanus, and this way both organisations could make use of each other’s experience. During the meeting in Manado it became clear that both Selamatkan Yaki and MPC not only work with charismatic macaque species facing similar threats, but that both organisations also clearly have the same work ethics, goals and ambitions.

Workshop-4

Els introducing MPC and sharing her expertise about the drafting of the Species Action Plan for the Barbary macaques during the M. nigra workshop in Manado. Els memperkenalkan MPC dan membagi keahliannya dalam menyusun Species Action Plan untuk makaka Barbary dalam lokakarya M. nigra di Manado.

Ide partnership ini timbul setelah Els van Lavieren (Direktur MPC) ikut serta dalam lokakarnya penyusunan rencana konservasi strategis (dalam hal ini Species Action Plan) untuk M. nigra, di Manado, Indonesia, April 2013 yang lalu. Belum lama ini MPC menyusun rencana serupa untuk M. sylvanus, dan kedua organisasi pun saling bertukar dan saling belajar dari pengalaman masing-masing. Pada pertemuan ini, jelas bahwa baik Selamatkan Yaki maupun MPC bukan hanya bekerja untuk suatu spesies makaka yang karismatik yang menghadapi ancaman serupa, tapi kedua organisasi ini juga memiliki etos kerja, tujuan, dan visi yang serupa.

Meet the Barbary macaque – Inilah dia, makaka Barbary!

The M. sylvanus is the only primate found North of the Sahara desert, the only primate that can be found in Europe (Gibraltar) and the only species of the genus “Macaca” that can be found outside of Asia. The Barbary macaque is an extremely adaptable animal that can live in very cold and very warm weather conditions (between minus 15 degrees Celsius in the winter and plus 38 degrees Celsius in summer).

EEEDSC_0125[1]

The Barbary macaque is the only macaque species that can be found outside of Asia! Makaka Barbary adalah satu-satunya spesies makaka yang hidup di luar Asia!

M. sylvanus adalah satu-satunya primate yang bias dijumpai di bagian utara Gurun Sahara, satu-satunya primate yang bias dijumpai di Eropa (Gibraltar) dan satu-satunya spesies dari genus “Macaca” yang bias dijumpai di luar Asia. Makaka Barbary sangat adaptif dan dapat bertahan baik di cuaca yang sangat dingin maupun sangat panas (di antara minus 15 derajat Celsius di musim dingin dan 38 derajat Celsius di musim panas).

Barbaries and Yaki are very intelligent and social monkeys. They live in big groups and spend most of their time with foraging, social behaviour such as grooming and resting.

Barbaries and Yaki are very intelligent and social monkeys. They live in big groups and spend most of their time with foraging, social behaviour such as grooming and resting.

The Barbary macaque used to be widespread throughout North Africa. Now the wild populations are restricted to small patches of forest/ scrub areas in both Morocco (the Rif mountains, Middle Atlas – and High Atlas mountains), in Algeria (Tellian Atlas) and Gibraltar (introduced semi-wild population). The largest population of the Barbary macaque can be found in the unique and beautiful mixed cedar/ oak forests of Parc National d’Ifrane in the Middle Atlas, but this population, like the other populations, is declining rapidly. Since 2008 the Barbary macaque is officially classified as “Endangered” on the IUCN Red List. The last existing populations are threatened by habitat destruction (due to overexploitation of natural resources and overgrazing by livestock) and in Morocco by the unsustainable illegal trade in infant macaques from Morocco to Europe.

XAWalmsley-SY-full res-071[1]

Barbary dan Yaki adalah monyet yang sangat cerdas dan social. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok besar dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari makan dan perilaku-perilaku social, seperti membersihkan bulu dan beristirahat.

Dulu, makaka Barbary tersebar luas di Afrika Utara. Kini populasi liar dibatasi dalam petak-petak hutan kecil di Moroko (Pegunungan Rif, Pegunungan Atlas Tengah dan Atlas Atas), Algeria (Tellian Atlas) dan Gibraltar (populasi semi-liar hasil introduksi). Populasi makaka Barbary terbesar dapat dijumpai di hutan campuran cedar/oak Parc National d’Ifrane yang indah dan unik di Atlas Tengah, namun populasi ini, seperti populasi lain, mengalami penurunan yang drastis. Sejak tahun 2008 makaka Barbary diklasifikasikan sebagai “Endangered” (Terancam) di IUCN Red List. Sisa-sisa populasi terakhir terancam oleh pengrusakan habitat (karena eksploitasi sumber daya alam dan alih fungsi hutan menjadi lahan merumput ternak), dan di Moroko, oleh perdagangan anak makaka illegal dari Moroko ke Eropa.

Our partnership – Partnership Kami

Both macaque species are under large (human) pressure, and SY and MPC believe that sharing our knowledge and learning from each other’s experience will enhance the chance of survival for both unique endangered macaque species. Together we stand stronger in our shared mission to save these unique endangered macaque species! For more information about MPC and M. sylvanus please check out their website: www.mpcfoundation.com

Kedua spesies makaka ini berada di bawah tekanan besar (dari manusia), dan SY dan MPC yakin bahwa saling bertukar ilmu dan belajar dari pengalaman masing-masing dapat meningkatkan peluang kedua spesies terancam ini untuk bertahan hidup. Bersama kita lebih mantap menjalankan misi kita untuk menyelamatkan kedua spesies makaka yang unik dan terancam ini! Untuk informasi lebih lanjut tentang MPC dan M. sylvanus, silahkan buka situs mereka: www.mpcfoundation.com

Image SY MPC 1

Would you like to stay up-to-date with the Yaki in Sulawesi and Barbaries in Morocco? Follow us on Facebook and Twitter! Mau tetap up-to-date dengan Yaki di Sulawesi dan Barbary in Moroko? Ikuti kami di Facebook dan Twitter!

World Animal Day Parade !

Hello dear Selamatkan Yaki followers!

Hallo para pendukung Selamatkan Yaki!

Animal Day-Low Rez-1

It has been a while since I have made a blog post and I would like to seize the opportunity to present you the awesome parade our friends from PPS Tasikoki (Wildlife Education and Rescue Centre) and Private Course Class (PCC, a local junior high school English course) have organised for World Animal Day last Friday 4th of October.

Sudah cukup lama sejak terakhir kali saya menulis di blog ini, dan saat ini saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menceritakan tentang pawai keren yang digagas oleh rekan kami di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki dan Private Course Class Bitung (Lembaga Keterampilan Pendidikan) dalam rangka Hari Satwa Sedunia Jumat 4 Oktober 2013 lalu.

Animal Day-Low Rez-12This event was a big success, more than 150 participants from three different schools, the police scout association and local NGOs, have been proudly parading in the street of Bitung city. This town, the second biggest in North Sulawesi, is of crucial importance for us because of its geographic situation. It stands right on the edge of one of the most important protected area of North Sulawesi: the Tangkoko Batuangus Duasudara Nature Reserve, one of the last stronghold of the Sulawesi crested black macaque.

Acaranya berlangsung sukses, diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai sekolah di Bitung, juga melibatkan komunitas pramuka Saka Bhayangkara Bitung dan berbagai organisasi lokal yang bergiat di konservasi dan pelestarian satwa. Mereka berpawai di jalan utama kota Bitung, kota terbesar ke dua di Sulawesi Utara. Bitung memiliki nilai yang sangat penting bagi kita karena situasi geografisnya, tepat di tepi salah satu kawasan lindung terpenting di Sulawesi Utara; Cagar Alam Tangkoko-Batuangus-Duasudara, benteng pertahanan terakhir yaki Sulawesi.

Animal Day-Low Rez-16I arrived as early as possible to help our friends organising the event and was straight away impressed by the amount of persons already present and the dedication of all those children creating banners and mask to help us spread the word. One of the main threats currently faced by North Sulawesi wildlife, including the Yaki, is bush meat consumption. Because of past education and awareness raising campaigns, we have now the support of some young communities to help us fight this rampant plague.

Hari itu saya tiba sepagi mungkin untuk membantu kawan-kawan mempersiapkan acara tersebut, dan saya langsung terpukau oleh begitu banyaknya orang yang hadir, serta dedikasi anak-anak muda Sulawesi Utara dalam membuat banner dan topeng untuk menyuarakan kepedulian mereka tentang satwa Sulawesi. Salah satu ancaman yang dihadapi satwa liar Sulawesi Utara, termasuk yaki, adalah tingginya tingkat konsumsi satwa liar. Berkat berbagai usaha dalam mengedukasi dan membangun kesadaran yang telah dilakukan sebelumnya, kami berhasil meraih dukungan dari generasi muda untuk membantu kami melawan wabah yang merajalela ini.

Animal Day-Low Rez-7Here we were, almost ready and exited to start the first World Animal Day North Sulawesi Parade. With the help of local police officers, we managed to make some order in the rank and start walking down toward the city town hall. During our peaceful march, you could hear songs and contemplate banners imploring the people to stop eating wild animals and destroying their home. After arriving at the city town hall, The PCC students from SMP1 Bitung gave an awesome flash mob show and all the participants signed a banner stating that they, the next generation, commit to not consume any bush meat.

Inilah kami, hampir siap dan sangat bersemangat untuk memulai pawai pertama dalam sejarah yang dilakukan di Sulawesi dalam rangka Hari Satwa Sedunia. Dengan bantuan dari para polisi Bitung, kami membuat barisan dan mulai berjalan menuju Kantor Walikota Bitung. Sambil berjalan tertib, kami menyanyikan lagu dan membentangkan spanduk mengajak masyarakat untuk berhenti memakan daging satwa liar dan berhenti merusak hutan rumah satwa liar. Setibanya di Kantor Walikota, para siswa PCC menunjukkan tarian masal (flash-mob) seru, lalu semua peserta menandatangani spanduk bertuliskan komitmen, “Torang Generasi Muda Sulut berjanji so nyanda mo makang daging binatang liar lagi”.

Animal Day-Low Rez-28It was a wonderful afternoon and the Selamatkan Yaki team would like to congratulate and thank Tasikoki (www.tasikoki.org) and PCC to have made possible this event!

Hari itu seru sekali, dan tim Selamatkan Yaki ingin memberi selamat dan mengucapkan terimakasih kepada PPS Tasikoki dan PCC yang telah menyelenggarakan acara ini.

I would like as well to inform our followers that my time as Field Project Coordinator for Selamatkan Yaki arrives now to an end. I can’t believe that already one year has passed since my debut in the project: Incroyable!

Saya pun ingin memberitahu para pendukung Selamatkan Yaki bahwa waktu saya sebagai Field Project Coordinator Selamatkan Yaki hampir habis. Sulit dipercaya sudah satu tahun berlalu sejak saya memperkenalkan diri di blog ini. Kalau orang Perancis bilang, “Incroyable!”

I would like to give:

– A huge thanks to my fellow team members Junita Siwi and Thirza Loffeld for having made this year incredible

– A big thanks to Amy and Andy for being always there when we needed them

– A massive thanks to Vicky Melfi for being a spring of fun and knowledge

– A special thanks to John Tasirin and Noldy Tuera without whom Selamatkan Yaki wouldn’t exist

– A Big Up to the brain of the programme, Jurriaan Gillissen

– And finally, I like to keep the best for the end, a massively huge thanks for my boss and bro Harry Hilser, if there is someone who is able to save the Yaki it will be you!

Animal Day-Low Rez-18

Saya ingin memberikan:

– Terimakasih banyak kepada rekan sekerja saya Junita Siwi dan Thirza Loffeld yang membuat tahun ini luar biasa

– Terimakasih banyak untuk Amy dan Andy yang selalu ada saat kami membutuhkan mereka

– Terimakasih banyak untuk Vicky Melfi, sumber pengetahuan yang menyenangkan

– Terimakasih spesial untuk John Tasirin dan Noldy Tuera, tanpa mereka Selamatkan Yaki tak mungkin ada

– Terimakasih untuk Jurrian Gillissen

– Dan akhirnya, saya ingin menempatkan yang terbaik di paling akhir, terimakasih sebanyak mungkin untuk bos sekaligus bro saya Harry Hilser. Kalau ada yang mampu menyelamatkan yaki, kamulah orangnya!

I would like to wish all the best to Edies who is just starting with us as our new Tangkoko Project Officer and finally I would like to thank all the conservationists working in Sulawesi and around the world as well as the Zoo d’Amnéville and Philippe Mantz to have enable me to come in Sulawesi.

Saya juga mengharapkan yang terbaik untuk Edies, yang baru saja memulai sebagai Tangkoko Project Officer kami, dan saya juga ingin mengucapkan terimakasih untuk semua konservasionis yang bekerja di Sulawesi dan di seluruh dunia, seperti Kebun Binatang d’Amnéville dan Philippe Mantz yang telah memungkinkan saya datang dan bekerja di Sulawesi.

See you all very soon!

Sampai bertemu lagi!

Animal Day-Low Rez-24

Gaëtan, alias Mister G!

This slideshow requires JavaScript.

Meeting the governor at SULUT expo!

Introducing Selamatkan Yaki and Macaca nigra to Dr. SH Sarundajang, the Governor of North Sulawesi!

Introducing Selamatkan Yaki and Macaca nigra to Dr. SH Sarundajang, the Governor of North Sulawesi! Memperkenalkan Selamatkan Yaki dan Macaca nigra kepada gubernur propinsi Sulawesi Utara DR. S. H. Sarundajang.

Today is the final day of the Exhibition SULUT (North Sulawesi) in Kaiwatu, Manado. This year the theme of this exhibition was “Let us keep the political stability and the economic growth to improve people’s welfare” and in celebration of the 49th anniversary of the North Sulawesi Province. We were invited by Bappeda, an agency in charge of the planning and development of the North Sulawesi province, to join them in their stand at this exhibition. Through the display of our banners and the BBC film “Yaki – Sang Penjaga Hutan” (Yaki, the Protectors of the forests) we promoted our programme and our collaboration with all stakeholders and our partners.

Hari ini adalah hari terakhir Pameran Pembangunan propinsi Sulawesi Utara di Kaiwatu, Manado. Tema pameran yang diadakan dalam rangka hari ulang tahun propinsi Sulawesi Utara yang ke-49 kali ini adalah “Mari kita jaga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan rakyat”. Pada kesempatan ini, kami diundang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) propinsi Sulawesi Utara untuk bergabung di anjungan mereka dalam pameran kali ini. Dengan memperlihatkan spanduk dan film “Yaki – Sang Penjaga Hutan” produksi BBC, kami memperkenalkan program dan kerjasama kami dengan semua pihak terkait beserta dengan rekan-rekan kerja kami.

This slideshow requires JavaScript.

We even had the amazing privilege to meet the governor of North Sulawesi! The Governor Dr. SH Sarundajang, together with the Vice Governor Dr. Djouhari Kansil and Secretary of North Sulawesi, Ir. SR Mokodongan, visited the Bappeda stand in the evening. What a great opportunity for us to introduce the Critically Endangered Macaca nigra (yaki) and our work! Are you curious how it went? Watch the video’s below and tell us what you think! 

Bahkan, kami juga mendapakan kesempatan istimewa bertemu dengan gubernur propinsi Sulawesi Utara DR. S. H. Sarundajang, Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil, dan Sekretaris Propinsi Sulawesi Utara Ir. S. R. Mokodongan yang berkunjung ke anjungan Bappeda pada sore hari. Sungguh sebuah kesempatan yang luar biasa bagi kami bisa memperkenalkan yaki, primate yang sangat terancam punah. Selain itu, kami juga menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan kami. Ingin tahu bagaimana ceritanya? Saksikan video di bawah ini dan sampaikan pada kami apa pendapat mu!

This slideshow requires JavaScript.

Thirza together with the head of Bappeda Ir. Roy O Roring.

Thirza together with the head of Bappeda Ir. Roy O Roring. Thirza bersama dengan kepala Bappeda propinsi SULUT Ir. Roy O. Roring.

We would like to give thanks to all our colleagues at Bappeda for supporting the Selamatkan Yaki team and our programme!  Special thanks to the head of Bappeda Ir. Roy O Roring, Shelley Sondakh, Henriette Jacoba Roeroe, and Ria Dunggio for making this exceptional meeting possible. 

Kami ingin berterima kasih kepada suluruh rekan kerja kami di Bappeda Propinsi Sulawesi Utara atas dukungan yang diberikan kepada tim dan program-program Selamakan Yaki. Ucapan terima kasih secara khusus juga kami sampaikan kepada Kepala Bappeda propinsi SULUT Ir. Roy O. Roring beserta Shelley Sondakh, Henriette Jacob Roeroe dan Ria Dunggio yang telah mewujudkan pertemuan yang luar biasa ini. 

From right to left: Henriette Jacoba Roeroe, Shelley Sondakh, Thirza Loffeld, Ir. Roy O Roring and his wife.

From right to left: Henriette Jacoba Roeroe, Shelley Sondakh, Thirza Loffeld, Ir. Roy O Roring and his wife. Dari kanan ke kiri: Henriette Jacoba Roeroe, Shelley Sondakh, Thirza Loffeld, Ir. Roy O Roring dan istri beliau.

We hope we will meet the governor again in the nearby future to discuss our programme goals and objectives and to secure a future for the yaki and the forests with his support! 

Kami berharap dapat bertemu kembali dengan Bapak Gubernur dalam waktu dekat untuk membicarakan tujuan dan sasaran program kami melindungi yaki dan hutan dengan dukungan beliau.

Together we will save the yaki! Bersama-sama kita akan selamatkan yaki!

Our wonderful colleagues at Bappeda! In the middle: Ir. SR Mokodongan.

Our wonderful colleagues at Bappeda! In the middle: Ir. SR Mokodongan. Rekan-rekan kerja kami yang luar biasa di Bappeda propinsi SULUT! Di tengah-tengah: Ir. S. R. Mokodongan.