World Animal Day Parade !

Hello dear Selamatkan Yaki followers!

Hallo para pendukung Selamatkan Yaki!

Animal Day-Low Rez-1

It has been a while since I have made a blog post and I would like to seize the opportunity to present you the awesome parade our friends from PPS Tasikoki (Wildlife Education and Rescue Centre) and Private Course Class (PCC, a local junior high school English course) have organised for World Animal Day last Friday 4th of October.

Sudah cukup lama sejak terakhir kali saya menulis di blog ini, dan saat ini saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menceritakan tentang pawai keren yang digagas oleh rekan kami di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki dan Private Course Class Bitung (Lembaga Keterampilan Pendidikan) dalam rangka Hari Satwa Sedunia Jumat 4 Oktober 2013 lalu.

Animal Day-Low Rez-12This event was a big success, more than 150 participants from three different schools, the police scout association and local NGOs, have been proudly parading in the street of Bitung city. This town, the second biggest in North Sulawesi, is of crucial importance for us because of its geographic situation. It stands right on the edge of one of the most important protected area of North Sulawesi: the Tangkoko Batuangus Duasudara Nature Reserve, one of the last stronghold of the Sulawesi crested black macaque.

Acaranya berlangsung sukses, diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai sekolah di Bitung, juga melibatkan komunitas pramuka Saka Bhayangkara Bitung dan berbagai organisasi lokal yang bergiat di konservasi dan pelestarian satwa. Mereka berpawai di jalan utama kota Bitung, kota terbesar ke dua di Sulawesi Utara. Bitung memiliki nilai yang sangat penting bagi kita karena situasi geografisnya, tepat di tepi salah satu kawasan lindung terpenting di Sulawesi Utara; Cagar Alam Tangkoko-Batuangus-Duasudara, benteng pertahanan terakhir yaki Sulawesi.

Animal Day-Low Rez-16I arrived as early as possible to help our friends organising the event and was straight away impressed by the amount of persons already present and the dedication of all those children creating banners and mask to help us spread the word. One of the main threats currently faced by North Sulawesi wildlife, including the Yaki, is bush meat consumption. Because of past education and awareness raising campaigns, we have now the support of some young communities to help us fight this rampant plague.

Hari itu saya tiba sepagi mungkin untuk membantu kawan-kawan mempersiapkan acara tersebut, dan saya langsung terpukau oleh begitu banyaknya orang yang hadir, serta dedikasi anak-anak muda Sulawesi Utara dalam membuat banner dan topeng untuk menyuarakan kepedulian mereka tentang satwa Sulawesi. Salah satu ancaman yang dihadapi satwa liar Sulawesi Utara, termasuk yaki, adalah tingginya tingkat konsumsi satwa liar. Berkat berbagai usaha dalam mengedukasi dan membangun kesadaran yang telah dilakukan sebelumnya, kami berhasil meraih dukungan dari generasi muda untuk membantu kami melawan wabah yang merajalela ini.

Animal Day-Low Rez-7Here we were, almost ready and exited to start the first World Animal Day North Sulawesi Parade. With the help of local police officers, we managed to make some order in the rank and start walking down toward the city town hall. During our peaceful march, you could hear songs and contemplate banners imploring the people to stop eating wild animals and destroying their home. After arriving at the city town hall, The PCC students from SMP1 Bitung gave an awesome flash mob show and all the participants signed a banner stating that they, the next generation, commit to not consume any bush meat.

Inilah kami, hampir siap dan sangat bersemangat untuk memulai pawai pertama dalam sejarah yang dilakukan di Sulawesi dalam rangka Hari Satwa Sedunia. Dengan bantuan dari para polisi Bitung, kami membuat barisan dan mulai berjalan menuju Kantor Walikota Bitung. Sambil berjalan tertib, kami menyanyikan lagu dan membentangkan spanduk mengajak masyarakat untuk berhenti memakan daging satwa liar dan berhenti merusak hutan rumah satwa liar. Setibanya di Kantor Walikota, para siswa PCC menunjukkan tarian masal (flash-mob) seru, lalu semua peserta menandatangani spanduk bertuliskan komitmen, “Torang Generasi Muda Sulut berjanji so nyanda mo makang daging binatang liar lagi”.

Animal Day-Low Rez-28It was a wonderful afternoon and the Selamatkan Yaki team would like to congratulate and thank Tasikoki (www.tasikoki.org) and PCC to have made possible this event!

Hari itu seru sekali, dan tim Selamatkan Yaki ingin memberi selamat dan mengucapkan terimakasih kepada PPS Tasikoki dan PCC yang telah menyelenggarakan acara ini.

I would like as well to inform our followers that my time as Field Project Coordinator for Selamatkan Yaki arrives now to an end. I can’t believe that already one year has passed since my debut in the project: Incroyable!

Saya pun ingin memberitahu para pendukung Selamatkan Yaki bahwa waktu saya sebagai Field Project Coordinator Selamatkan Yaki hampir habis. Sulit dipercaya sudah satu tahun berlalu sejak saya memperkenalkan diri di blog ini. Kalau orang Perancis bilang, “Incroyable!”

I would like to give:

– A huge thanks to my fellow team members Junita Siwi and Thirza Loffeld for having made this year incredible

– A big thanks to Amy and Andy for being always there when we needed them

– A massive thanks to Vicky Melfi for being a spring of fun and knowledge

– A special thanks to John Tasirin and Noldy Tuera without whom Selamatkan Yaki wouldn’t exist

– A Big Up to the brain of the programme, Jurriaan Gillissen

– And finally, I like to keep the best for the end, a massively huge thanks for my boss and bro Harry Hilser, if there is someone who is able to save the Yaki it will be you!

Animal Day-Low Rez-18

Saya ingin memberikan:

– Terimakasih banyak kepada rekan sekerja saya Junita Siwi dan Thirza Loffeld yang membuat tahun ini luar biasa

– Terimakasih banyak untuk Amy dan Andy yang selalu ada saat kami membutuhkan mereka

– Terimakasih banyak untuk Vicky Melfi, sumber pengetahuan yang menyenangkan

– Terimakasih spesial untuk John Tasirin dan Noldy Tuera, tanpa mereka Selamatkan Yaki tak mungkin ada

– Terimakasih untuk Jurrian Gillissen

– Dan akhirnya, saya ingin menempatkan yang terbaik di paling akhir, terimakasih sebanyak mungkin untuk bos sekaligus bro saya Harry Hilser. Kalau ada yang mampu menyelamatkan yaki, kamulah orangnya!

I would like to wish all the best to Edies who is just starting with us as our new Tangkoko Project Officer and finally I would like to thank all the conservationists working in Sulawesi and around the world as well as the Zoo d’Amnéville and Philippe Mantz to have enable me to come in Sulawesi.

Saya juga mengharapkan yang terbaik untuk Edies, yang baru saja memulai sebagai Tangkoko Project Officer kami, dan saya juga ingin mengucapkan terimakasih untuk semua konservasionis yang bekerja di Sulawesi dan di seluruh dunia, seperti Kebun Binatang d’Amnéville dan Philippe Mantz yang telah memungkinkan saya datang dan bekerja di Sulawesi.

See you all very soon!

Sampai bertemu lagi!

Animal Day-Low Rez-24

Gaëtan, alias Mister G!

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s