New partnership for Macaques! Partnership baru untuk Makaka!

Image SY MPC 3

We invite you to celebrate with us our new partnership for macaques! SY and MPC have joined their forces and united the Barbaries and Yaki! Mari rayakan partnership baru untuk makaka bersama kami! SY dan MPC telah menggabungkan kekuatan dan menyatukan Barbary dengan Yaki!

13580 kilometres apart, in completely different habitats, affected by different climate zones, and on different continents, live the Critically Endangered Sulawesi crested black macaque (Macaca nigra) and the Endangered Barbary macaque (Macaca sylvanus) – two species of the genus “Macaca“.

Dipisahkan jarak sejauh 13580 kilometer, di habitat yang sama sekali berbeda, dipengaruhi zona iklim berbeda, dan berada pada benua yang berbeda, hidup dua spesies dari genus “Macaca” yang terancam – yaki hitam Sulawesi (Macaca nigra) dan makaka Barbary (Macaca sylvanus).

FDSC_3501[1]

These macaque species, though distant cousins, live in very different climates and having a different diet. Yet they face similar threats: the humans are encroaching their habitat, destroying their homes, and hunt these endangered macaques.

What do these two species have in common apart from similar threats and behavioural and genetic similarities? Both species benefit from a team of hard working individuals with a large group of (local and international) supporters who are fighting for their survival, under the auspices of two conservation organisations: Selamatkan Yaki (SY) and the Moroccan Primate Conservation foundation (MPC). Both organisations have very similar conservation goals. We would like to share with you our happiness about announcing a partnership between Selamatkan Yaki and MPC and tell you a bit more about how this all began.. 

AWalmsley-Yaki-014

Kedua spesies makaka ini, meski berkerabat jauh, hidup di iklim yang sangat berbeda dan mengkonsumsi makanan yang berbeda pula. Meski begitu, mereka menghadapi ancaman serupa: manusia merambah habitat, merusak rumah, dan memburu makaka terancam ini.

Kesamaan apa yang terdapat pada dua spesies ini, selain ancaman yang serupa dan kemiripan perilaku dan genetis? Kedua spesies ini menerima manfaat dari sebuah tim yang terdiri dari orang-orang pekerja keras yang didukung secara lokal dan internasional yang memperjuangkan keselamatan mereka, di bawah asuhan dua organisasi konservasi: Selamatkan Yaki dan Moroccan Primate Conservation foundation (MPC). Kedua organisasi ini memiliki tujuan konservasi yang sangat serupa.

Workshop-1

It all began at the first ever Macaca nigra workshop, held in Manado (Indonesia) in April 2013. Semuanya berawal di lokakarya Macaca nigra yang pertama kali diadakan di Manado (Indonesia) pada bulan April 2013.

The idea for a partnership came to life after Els van Lavieren (MPC’s Director) assisted during the workshop to create a strategic conservation plan (i.e. Species Action Plan) for the M. nigra, in Manado, Indonesia last April 2013. MPC had recently been through the process of creating such an important plan for the M. sylvanus, and this way both organisations could make use of each other’s experience. During the meeting in Manado it became clear that both Selamatkan Yaki and MPC not only work with charismatic macaque species facing similar threats, but that both organisations also clearly have the same work ethics, goals and ambitions.

Workshop-4

Els introducing MPC and sharing her expertise about the drafting of the Species Action Plan for the Barbary macaques during the M. nigra workshop in Manado. Els memperkenalkan MPC dan membagi keahliannya dalam menyusun Species Action Plan untuk makaka Barbary dalam lokakarya M. nigra di Manado.

Ide partnership ini timbul setelah Els van Lavieren (Direktur MPC) ikut serta dalam lokakarnya penyusunan rencana konservasi strategis (dalam hal ini Species Action Plan) untuk M. nigra, di Manado, Indonesia, April 2013 yang lalu. Belum lama ini MPC menyusun rencana serupa untuk M. sylvanus, dan kedua organisasi pun saling bertukar dan saling belajar dari pengalaman masing-masing. Pada pertemuan ini, jelas bahwa baik Selamatkan Yaki maupun MPC bukan hanya bekerja untuk suatu spesies makaka yang karismatik yang menghadapi ancaman serupa, tapi kedua organisasi ini juga memiliki etos kerja, tujuan, dan visi yang serupa.

Meet the Barbary macaque – Inilah dia, makaka Barbary!

The M. sylvanus is the only primate found North of the Sahara desert, the only primate that can be found in Europe (Gibraltar) and the only species of the genus “Macaca” that can be found outside of Asia. The Barbary macaque is an extremely adaptable animal that can live in very cold and very warm weather conditions (between minus 15 degrees Celsius in the winter and plus 38 degrees Celsius in summer).

EEEDSC_0125[1]

The Barbary macaque is the only macaque species that can be found outside of Asia! Makaka Barbary adalah satu-satunya spesies makaka yang hidup di luar Asia!

M. sylvanus adalah satu-satunya primate yang bias dijumpai di bagian utara Gurun Sahara, satu-satunya primate yang bias dijumpai di Eropa (Gibraltar) dan satu-satunya spesies dari genus “Macaca” yang bias dijumpai di luar Asia. Makaka Barbary sangat adaptif dan dapat bertahan baik di cuaca yang sangat dingin maupun sangat panas (di antara minus 15 derajat Celsius di musim dingin dan 38 derajat Celsius di musim panas).

Barbaries and Yaki are very intelligent and social monkeys. They live in big groups and spend most of their time with foraging, social behaviour such as grooming and resting.

Barbaries and Yaki are very intelligent and social monkeys. They live in big groups and spend most of their time with foraging, social behaviour such as grooming and resting.

The Barbary macaque used to be widespread throughout North Africa. Now the wild populations are restricted to small patches of forest/ scrub areas in both Morocco (the Rif mountains, Middle Atlas – and High Atlas mountains), in Algeria (Tellian Atlas) and Gibraltar (introduced semi-wild population). The largest population of the Barbary macaque can be found in the unique and beautiful mixed cedar/ oak forests of Parc National d’Ifrane in the Middle Atlas, but this population, like the other populations, is declining rapidly. Since 2008 the Barbary macaque is officially classified as “Endangered” on the IUCN Red List. The last existing populations are threatened by habitat destruction (due to overexploitation of natural resources and overgrazing by livestock) and in Morocco by the unsustainable illegal trade in infant macaques from Morocco to Europe.

XAWalmsley-SY-full res-071[1]

Barbary dan Yaki adalah monyet yang sangat cerdas dan social. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok besar dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari makan dan perilaku-perilaku social, seperti membersihkan bulu dan beristirahat.

Dulu, makaka Barbary tersebar luas di Afrika Utara. Kini populasi liar dibatasi dalam petak-petak hutan kecil di Moroko (Pegunungan Rif, Pegunungan Atlas Tengah dan Atlas Atas), Algeria (Tellian Atlas) dan Gibraltar (populasi semi-liar hasil introduksi). Populasi makaka Barbary terbesar dapat dijumpai di hutan campuran cedar/oak Parc National d’Ifrane yang indah dan unik di Atlas Tengah, namun populasi ini, seperti populasi lain, mengalami penurunan yang drastis. Sejak tahun 2008 makaka Barbary diklasifikasikan sebagai “Endangered” (Terancam) di IUCN Red List. Sisa-sisa populasi terakhir terancam oleh pengrusakan habitat (karena eksploitasi sumber daya alam dan alih fungsi hutan menjadi lahan merumput ternak), dan di Moroko, oleh perdagangan anak makaka illegal dari Moroko ke Eropa.

Our partnership – Partnership Kami

Both macaque species are under large (human) pressure, and SY and MPC believe that sharing our knowledge and learning from each other’s experience will enhance the chance of survival for both unique endangered macaque species. Together we stand stronger in our shared mission to save these unique endangered macaque species! For more information about MPC and M. sylvanus please check out their website: www.mpcfoundation.com

Kedua spesies makaka ini berada di bawah tekanan besar (dari manusia), dan SY dan MPC yakin bahwa saling bertukar ilmu dan belajar dari pengalaman masing-masing dapat meningkatkan peluang kedua spesies terancam ini untuk bertahan hidup. Bersama kita lebih mantap menjalankan misi kita untuk menyelamatkan kedua spesies makaka yang unik dan terancam ini! Untuk informasi lebih lanjut tentang MPC dan M. sylvanus, silahkan buka situs mereka: www.mpcfoundation.com

Image SY MPC 1

Would you like to stay up-to-date with the Yaki in Sulawesi and Barbaries in Morocco? Follow us on Facebook and Twitter! Mau tetap up-to-date dengan Yaki di Sulawesi dan Barbary in Moroko? Ikuti kami di Facebook dan Twitter!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s