Ruth Papente : EARS Surveyor!

Hallo semuanya! Maaf karena terlalu lama meng-update kabar di blog – sebulan ini. Tim Selamatkan Yaki pada bulan November disibukkan  dengan dua acara sekaligus yaitu pelatihan pemandu wisata alam  dan diskusi “Torang Bacirita” yang akan kami ceritakan di blog mendatang.  Sebelum itu, kami ingin memperkenalkan Ruth Papente yang sudah sangat membantu sejak bergabung dengan tim survey.Mari kita membaca tanggapan Ruth mengenai survei.

Hello everyone! Sorry for the long gap between our blog posts – we’ve had a very busy month here at Selamatkan Yaki, what with Guide Training and Torang Bacirita discussion in a row. Stay with us, we’ll update you with exciting news about those events very soon! Before we jump into those events, we’d like to introduce a member of our team, Ruth Papente. She has been helping since joined the survey team. Let’s read what Ruth has to say about the surveys.

– – – – –

Hallo, nama saya Ruth, salah satu dari lima surveyor EARS. Saya sangat senang bisa bergabung dengan tim ini; puji Tuhan atas waktu berharga dan saya bisa bertemu dengan teman-teman baru dengan umur, latar belakang, serta karakter yang berbeda-beda namun semua bisa saling mengerti dan bekerjasama sehingga tim kami kompak.

Hello, I am Ruth one of the five surveyors for EARS. I’m really glad to join this team. We thank God for the good time as I got to meet new friends with different ages, basics, and characters though all of us could find a harmony which makes the team solid and close.

~ Setting up data entry in the office Selamatkan Yaki. ~ Suasana pengisian data di kantor Selamatkan Yaki.

~ Setting up data entry in the office Selamatkan Yaki.
~ Suasana pengisian data di kantor Selamatkan Yaki.

Salah satu proyek Selamatkan Yaki adalah edukasi dan penyadartahuan konservasi pada masyarakat. Diperlukan suatu sosialisasi atau kampanye sehingga masyarakat lebih tahu dan paham mengenai nilai nilai konservasi. Merupakan suatu keharusan, terlebih dahulu kita mengetahui latar belakang dan baseline dengan melakukan survey, selanjutnya informasi atau data awal ini bisa dijadikan patokan untuk perencanaan kegiatan mencapai tujuan Program Selamatkan Yaki.

Education and Awareness is an important goal of the Selamatkan Yaki Programme. Socialization and campaign to the society are needed to increase the support of conservation. But before starting those activities, it is a must that we need to know about people’s background, attitudes and behaviours. We find the baseline by doing a survey after which we can carry out our Education and Awareness Raising action plan.

Survey diadakan di dua tempat berbeda yaitu di desa Langowan dan Kota Tomohon dengan responden sebanyak kurang lebih 781 orang dari 8 desa. Alasan yang menjadi landasan untuk mengadakan survey di lokasi ini adalah karena terdapatnya pasar satwa dengan tingkat perdagangan yang cukup tinggi serta hasil survey sebelumnya dimana tingginya tingkat konsumsi daging satwa liar termasuk yaki.  Data yang dikumpulkan nantinya akan dibandingkan dengan data survey sesudah kampanye, dengan tujuan yaitu untuk melihat perbandingan sebelum dan sesudah kampanye, sejauh mana perubahan yang terjadi pada masyarakat Tomohon dan Langowan.

The baseline data collection was held in two different places, Langowan village and Tomohon City with more than 781 respondents in eight villages.  One of the reasons why we did the survey in these areas is because there are bushmeat markets with a high level trade in each of these places. Results of previous research have shown high level of consumption of bushmeats including yaki.  The information we have got will be later compared to the upcoming survey information after the impact of our campaign in the community.

Ada tantangan tersendiri dalam mencari dan bertemu dengan orang-orang baru, bertanya apakah mereka bersedia diwawancara, berinteraksi dengan mereka, dan menciptakan suasana yang nyaman untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner. Kelihatannya mudah, tapi sebenarnya cukup sulit. Seiring waktu, kami semakin terbiasa, dan kami menikmati kemampuan kami untuk mengendalikan suasana wawancara.

It’s challenging when we must find and meet new people, asking them if they would like to be interviewed, interact with them, and creating a good mood to answer the questions in the questionnaire. It sounds easy but it is actually not. As time passed, we got more used to it, and we started to enjoy being able to control the atmosphere of our interviews.

~The rain and cold almost every morning in Langowan was not become a problem for Survey Team. ~Hujan dan dingin hampir setiap pagi di Langowan, namun bukan menjadi masalah bagi Tim Survey.

~The rain and cold almost every morning in Langowan was not become a problem for Survey Team.
~Hujan dan dingin hampir setiap pagi di Langowan, namun bukan menjadi masalah bagi Tim Survey.

Pada awalnya kami mengikuti workshop di kantor, diikuti dengan 3 hari percobaan di 3 desa yang berbeda, yaitu; Bulo -Tateli, Kumelembuai – Tomohon, dan Kayawu – Tomohon. Ini dimaksudkan sebagai latihan sekaligus pemanasan sebelum pengumpulan data sebenarnya. Selanjutnya kami memulai survei di Langowan dan Tomohon. Di Langowan, ada 4 desa yang harus disurvei. Desa-desa itu adalah Noongan, Noongan I, Kawatak, dan Walantakan. Di Tomohon, kami harus mensurvei Tara-tara I, Walian, Talete II, dan Kakaskasen I.

First of all we had a workshop in the office, then three pilot days in three different villages, which are: Bulo (Tateli) , Kumelembuai (Tomohon), and Kayawu (Tomohon). This was meant to warm us up before collecting the actual data. Then we started to do the surveys in Langowan and Tomohon. In Langowan we had to survey four villages. They are: Noongan, Noongan III, Kawatak, and Walantakan. For Tomohon we have: Tara-tara I, Walian, Talete II , and Kakaskasen I.

Kami menyelesaikan survei di Langowan dalam waktu satu bulan. Ada banyak cerita dan kejadian di tempat ini. Kami bertemu dengan responden yang memiliki kepribadian dan sikap yang berbeda-beda; kadang kami disambut dengan senyum lebar, kadang dengan tatapan penuh rasa curiga, dan kadang mereka bahkan menolak menjadi responden. Jika terjadi demikian, kami harus menemukan pengganti, misalnya orang lain di rumah itu ataupun tetangga mereka. Namun secara keseluruhan, mereka yang setuju menjadi responden menjawab cukup bebas, dan survey berjalan cukup lancar. Survei di Tomohon sedikit lebih sulit. Hal ini karena Tomohon merupakan kota yang baru berkembang, dengan warga yang lebih sibuk dan lebih cuek. Kesamaan maupun perbedaan pendapat antara masyarakat di Langowan dan Tomohon cukup menarik berdasarkan beragamnya kebiasaan sehari-hari serta budaya masyarakat.

We finished the Langowan surveys in one month. There were so many stories and so many things happened in this location. We got to meet respondents in many characters and attitudes; sometimes they received us with big smile, others with a suspicious look, and sometimes they refuse to be our respondent. Then we must find their replacement, like other people in the house or their neighbors. But overall, the people who did agree to be our respondents answered questions quite freely, and things went more or less smoothly. Surveys in Tomohon were a little bit harder than Langowan. It’s because Tomohon is a new developing city, where the citizens were busier and more indifferent.  It was interesting to see similarities and also differences  in people’s opinions between Langowan and Tomohon, according to the differences between the citizens’ daily activities and basic cultures.

From left to right - Ruth, Keren, Myckel, Donny, Yunita and Alfons.

From left to right – Ruth, Keren, Myckel, Donny, Yunita and Alfons.

Survey terselesaikan dengan baik, puji Tuhan untuk waktu berharga ini serta dengan kerja keras dan kesabaran angota tim.  Dan tentu saja, terima kasih banyak untuk jawaban-jawaban yang jujur, pendapat serta masukan dari seluruh masyarakat. Terima kasih untuk semua kebaikannya, kiranya Tuhan memberkati kalian.

All surveys went well, we thank God for this precious time with hard work and patience of the team. And of course, big thanks to all repondents in Tomohon and Langowan. Thank you for the honest answers, opinions and suggestions. Thank you for all the kindness, may God bless you all.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s