Selamatkan Yaki celebrates Valentine’s Day 2014!

Valentine, atau yang kita kenal sebagai hari kasih sayang.  Sebagian orang merayakannya dengan bertukar hadiah dengan pacar, membagikan bunga, membuat kartu ucapan yang special, atau makan malam romantis.  Bagaimana dengan tim Selamatkan Yaki?

Valentine, the day of love.  Some people celebrate it with a gift exchange with their partner, give flowers, make a special valentine’s card, or even a romantic dinner.  What about the Selamatkan Yaki team?

Berbagi pesan tentang konservasi yaki di hari kasih sayang merupakan hal tersendiri untuk tim Selamatkan Yaki. Siapa menyangka, dari sebuah rencana awal untuk menyebarkan film pendek berdurasi 15 menit berjudul Yaki Sang Penjaga Hutan melalui saluran tv-tv lokal, berubah menjadi sebuah wawancara di Radio dan Stasiun TV lokal di Manado. Lebih dari

DSC_0158

Persiapan sebelum talk show dengan pihak Kompas TV-Pasific TV dan Radio Suara Manado. Preparing the talk show with Kompas TV-Pasific TV and Radio Suara Manado Radio.

bagus ya?! Tanggal 14 Februari 2014 yang lalu, Tim Selamatkan Yaki yang diwakili oleh Thirza dan Reyni berbincang-bincang tentang yaki di Radio lokal Suara Manado, serta menyebarkan pesan konservasi yaki lewat Live Talk Show “I Love Manado” di stasiun Pasific TV.

To share words about yaki conservation on Valentine’s Day was a special time for the Selamatkan Yaki team.  A plan to broadcast the 15 minutes movie produced by BBC “Yaki Sang Penjaga Hutan” (Yaki protectors of the forests) through the local TV stations, turned into attending talks on Radio and TV stations in Manado.  So cool! On February 14th 2014, our team represented by Thirza and Reyni talked about yaki on the Radio Station 91.8 FM Suara Manado, then spread the words about yaki conservation through a live talk show “I Love Manado” in Kompas TV-Pasific TV Manado.

Hari itu terasa istimewa dikarenakan bertepatan dengan hari kasih sayang.  Kami mengusung tema “Spread love by spreading the words!”  Perbincangan di radio berdurasi kurang lebih satu jam dipandu oleh Anthony, kami berbincang mengenai hal-hal yang perlu diketahui tentang yaki.  Di Indonesia, kami punya pepatah yang mengatakan “tidak dikenal, tidak disayang” oleh karena itu, kami menggunakan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan yaki kepada para pendengar. Di sela-sela perbincangan, Anthony juga memutar jingle dari SLANK yang berisi pesan tentang yaki, serta rekaman imut yang khusus dari pendukung kami Zefanya.  Durasi satu jam berlalu dengan cepat dan sepertinya, pendengar kami masih penasaran dan belum mau mengakhiri perbincangan

DSC_0171a

Thirza and Reyni talk about Things You Should Know about Yaki in Suara Manado Radio, guided by Anthony. Thirza dan Reyni berbincang tentang Hal-hal yang harus kamu ketahui tentang yaki bersama Anthony.

tentang yaki!  Tenang saja, suara-suara ini selanjutnya akan berubah wujud menjadi dua wanita yang masih akan menyebarkan pesan tentang yaki ini lewat siaran langsung di stasiun tv di gedung sebelah. Jadi, tetap ikuti kami!

It felt so special because it coincided with Valentine’s Day.  Our theme of the day was “Spread love by spreading the words!”. The talk on the radio was hosted by Anthony, we were chatting about things that you should know about yaki.  In Indonesia, we have this proverb “what is unknown, is unloved”…so that is why we seized this great opportunity to introduce yaki to the listeners.  During the talk, Anthony also played the jingle from SLANK and also the recording of our yaki educational video with the cute voice of our young supporter Zefanya.  One hour flew by really quickly and it seemed like our listeners were still curious and wanted more.  But don’t worry, because these voices were about to transform into two lovely ladies that are still spreading love about yaki through a live talk show from the TV station next door. So, follow us!

DSC_0190Jeda waktu yang tidak terlalu lama, membuat kami harus setengah berlari dari gedung radio ke gedung stasiun tv. Sangat mendebarkan!  Kami tidak sabar untuk melanjutkan topik hangat pagi ini, masih seputar dengan hati, warna merah, sesuai dengan tema hari ini yaitu valentine yaitu yaki panta merah. SEMPURNA!  Diawali dengan pemutaran perdana film yang diproduksi oleh BBC London yang berjudul “Yaki Sang Penjaga Hutan”.  Perasaan bahagia dan sedikit terharu saat melihat orang-orang di studio menyaksikan film tersebut, kamipun berpikir tentang berapa banyak orang yang sudah kami capai hari itu dalam menyebarkan pesan yang penting tentang yaki.  Selanjutnya, bersama pembawa acara “I Love Manado” saat itu, Diane Angie Kuntag, kami pun berbincang mengenai pentingnya konservasi yaki serta bagaimana cara berkontribusi di dalamnya. Dan tentu saja setelah menjelaskan tentang program Selamatkan Yaki, tak lupa kami mengucapkan terima kasih atas seluruh kerja keras serta dukungan dari pihak-pihak yang terlibat; anggota tim, sponsor, partner, para sukarelawan serta pendukung kami lewat media sosial.

DSC_0211a

Pemutaran perdana di stasiun TV lokal di Manado, film Yaki Sang Penjaga Hutan yang diproduksi oleh BBC. Showing the movie Yaki The Guardian of The Forest produced by BBC, for the first time broadcast to local TV station in Manado.

The short gap between the shows meant we had to rush straight off to the TV station next door!  Wow… we were buzzing! We were still on fire to talk about the hot topic of the day, surrounded by heart, red colour, and matching with Valentine’s Day, that is yaki with the red heart shaped bottom.  PERFECT!  Started by showing the BBC movie “Yaki Sang Penjaga Hutan” for the very first time broadcasted through TV station, the mix feelings of happiness and also compassion by seeing the reactions of few people watching it in the studio, we were thinking of how many people we have reached this special day in spreading the important message about yaki.  Followed by the live talk show hosted by Diane Angie Kuntag, we chatted about the importance of yaki conservation and how to contribute to this cause. And of course we explained about Selamatkan Yaki, and didn’t forget to thank the hard work and support from all people behind it; team members, sponsors, partners, volunteers and supporters through social media channels.

Kami senang sekali! Sungguh pengalaman yang luar biasa.  Daerah jangkauan stasiun ini meliputi kota manado serta sebagian Minahasa Utara.  Kami berharap akan semakin banyak orang yang bisa berpartisipasi dalam konservasi yaki setelah pemutaran film tersebut. Dan semoga kerja keras kita semua bisa menginspirasi banyak orang.  Terima kasih banyak kepada Pak Saffri Sitepu selaku station manager di Kompas TV-Pasific TV

DSC_0198

Terima Kasih Kru acara “I Love Manado”, Kompas TV-Pasific TV Manado. Many thanks to the crew of “I Love Manado” show, Kompas TV-Pasific TV Manado.

Manado atas kesempatan tersebut.  Dan juga kepada seluruh crew Kompas TV-Pasific TV Manado dan Radio Suara Manado atas sambutan yang hangat.

We are so happy! It was such an amazing experience.  Kompas TV-Pasific TV channels are broadcasted in the whole of Manado city, and some areas in North Minahasa.  We hope that many more people would love to join the yaki conservation after watching the movie, listening to our team on the radio and TV. We hope that our hard work will inspire them to become part of saving this Critically Endangered primate which only lives in North Sulawesi! Special thanks to Saffri Sitepu, the Station Manager of Kompas TV-Pasific TV Manado, for this amazing chance, as well for the warm welcome for all the crew members at Kompas TV-Pasific TV Manado and Suara Manado Radio Station.

DSC_0211

(Diane, Thirza, Reyni) Talk about Yaki Konservation. Berbicara tentang konservasi yaki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s