Have a look inside South East Asian Rainforests through live footage on Facebook and Twitter!

Rainforest Live Large 2On 2 June 2014 conservationists are coming together to share 24 hours of wildlife sightings from rainforest sites across Southeast Asia. Rainforest: Live will take advantage of the power of social media and the spread of technology to even some of the most remote corners of the globe.

Pada 2 Juni 2014 konservasionis yang datang bersama-sama untuk membagikan 24 jam penampakan satwa liar penampakan hutan hujan tropis di Asia Tenggara. Rainforest: Live akan mengambil keuntungan dari kekuatan media sosial dan penyebaran teknologi bahkan beberapa sudut paling terpencil di dunia.

Tangkoko forest reserve, North Sulawesi, Indonesia. 09-03-14

Through Twitter and Facebook, eleven organisations will share live photos, videos and wildlife sightings from their respective field sites in the rainforests of Malaysia and Indonesia, all using the hashtag #rainforestlive. Members of the public can take part by using the hashtag to ask the questions about rainforests that they have always wanted to know.

Melalui Twitter dan Facebook, sebelas organisasi akan berbagi foto, video dan penampakan satwa liar langsung dari situs bidangnya masing-masing di hutan hujan tropos Malaysia dan Indonesia, semua menggunakan hashtag #rainforestlive. Anggota masyarakat dapat mengambil bagian dengan menggunakan hashtag untuk betanya  tentang hutan hujan tropis yang selalu ingin mereka ketahui.

Tangkoko forest reserve, North Sulawesi, Indonesia. 09-03-14

Matt Williams, Communications Manager for the Orangutan Tropical Peatland Project, said “the rainforests in this part of the world are incredibly rich in wildlife. From the endangered orangutan, to spectacular birds called hornbills, to leopards and jungle tigers and elephants that are rarely seen by people. Rainforests in Sumatra and Borneo are home to the entire remaining world population of around 60,500 orangutans, which is rapidly disappearing. But it’s not just about the charismatic creatures we see in the headlines every day. From fish, to birds, to frogs to butterflies, rainforests like Sabangau where OuTrop works are packed full of life.

Matt Williams, Manajer Komunikasi untuk Orangutan Tropical Peatland Project, mengatakan “hutan hujan tropis di bagian dunia ini sangat kaya akan satwa liar. Dari orangutan yang terancam punah, burung spektakuler yang disebut burung rangkong, macan tutul dan harimau hutan dan gajah yang jarang terlihat oleh orang-orang.Hutan hujan tropis di Sumatera dan Kalimantan adalah rumah bagi seluruh populasi yang tersisa sekitar 60.500 orangutan, yang dengan cepat menghilang. Tapi bukan hanya tentang karismatik makhluk kita lihat di berita utama setiap hari. Dari ikan, burung, dari katak sampai kupu-kupu, hutan hujan tropis seperti Sabangau dimana OuTrop bekerja yang dikemas penuh kehidupan.

Tangkoko forest reserve, North Sulawesi, Indonesia. 09-03-14

“Across the region committed organisations and people are working hard to save the rainforests this wildlife depends on. But so often coverage of rainforests focuses on the threats to jungles and wildlife. Amid stories about palm oil, deforestation, logging and poaching, it’s easy to forget the beauty and wonders of these forests.”

“Di daerah lain, organisasi-organisasi sera orang-orang berkomitmen dan bekerja keras untuk menyelamatkan hutan hujan tropis yang merupakan sandaran dari satwa liar.Tapi begitu sering cakupan hutan hujan tropis hanya berfokus pada ancaman terhadap hutan dan satwa liar. Di tengah cerita tentang kelapa sawit, penebangan hutan, pembalakan dan perburuan liar, sangatlah mudah untuk melupakan keindahan dan keajaiban hutan ini.”

Tangkoko forest reserve, North Sulawesi, Indonesia. 09-03-14

“If people in Southeast Asia and across the world are reminded of this incredible natural gift, then we have a better chance of saving tropical rainforests everywhere. Rainforest: Live is an unprecedented event bringing live sightings straight from the jungle, and it’s very exciting that we’ll be leveraging the power of social media to bring people right into the heart of the jungle with us. Members of the public can take part by using the #rainforestlive hashtag to ask questions they’ve always wondered about to rainforest experts.”

AWalmsley-SY-2014-Yaki-Web-025“Jika orang-orang di Asia Tenggara dan di seluruh dunia diingatkan akan karunia alam yang luar biasa ini, maka kita memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyelamatkan hutan hujan tropis di mana-mana. Rainforest: Live adalah sebuah acara yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk membawa penampakan hutan secara langsung, dan ini sangat menarik bila kami memanfaatkan kekuatan media sosial untuk membawa orang yang tepat ke jantung hutan bersama kami. Anggota masyarakat dapat mengambil bagian dengan menggunakan hashtag # rainforestlive untuk mengajukan pertanyaan dimana mereka selalu tanyakan kepada ahli hutan hujan tropis.”

“We’re excited to participate in this event,” says Dr. Cheryl Knott, Executive Director of the Gunung Palung Orangutan Project, “as Rainforest: Live will provide an exciting ‘virtual experience’ for the pubic – a way to simultaneously travel to rainforests throughout Southeast Asia and experience the regions’ incredible biodiversity.”

AWalmsley-SY-2014-Yaki-Web-033

“Kami sangat gembira untuk berpartisipasi dalam acara ini,” kata Dr Cheryl Knott, Direktur Eksekutif Orangutan Project Gunung Palung,” sepertinya Rainforest: Live akan memberikan pengalaman virtual menarik untuk publik – sebuah cara untuk bersamaan melakukan perjalanan ke hutan hujan di seluruh Asia Tenggara serta merasakan pengalaman keanekaragaman hayati yang luar biasa di setiap daerah.”

Ashley Leiman, OBE, Director of the Orangutan Foundation, said “this collaboration brings home that deforestation effects not only the wildlife, but is the third largest cause of green house gas emissions and so effects everyone on the planet. Days such as this highlight how much researchers are learning, with a view to achieving more conservation successes on the ground.”

“Ashley Leiman, OBE, Direktur Orangutan Foundation, mengatakan “kolaborasi ini membawa pulang bahwa efek deforestasi tidak hanya satwa liar, tetapi merupakan penyebab ketiga terbesar emisi gas rumah kaca dan sebagainya efek semua orang di planet ini. Hari seperti ini menyoroti berapa banyak peneliti belajar, dengan tujuan untuk mencapai keberhasilan konservasi lebih baik.”

Tangkoko forest reserve, North Sulawesi, Indonesia. 10-03-14Thirza Loffeld, Education and Advocacy Coordinator for Selamatkan Yaki mentioned that “though the Indonesian island Sulawesi knows many endemic species, a large number of the local communities here are not aware of the unique wildlife that they share the island with. During Rainforest: Live, alongside other participating conservationists, Selamatkan Yaki will take the opportunity to give the public insight in the life of Macaca nigra, locally known as yaki, from Tangkoko Nature Reserve in North Sulawesi. This beautiful reserve holds the largest connected population of this Critically Endangered primate species across its native range, in addition to many other unique species of wildlife.”

A big thank you to Andrew Walmsley for his magnificent photos!!

A big thank you to Andrew Walmsley for his magnificent photos!!

Thirza Loffeld, Koordinator Pendidikan dan Advokasi untuk Selamatkan Yaki menyebutkan bahwa “meskipun pulau kecil Indonesia,Sulawesi, diketahui memiliki banyak spesies endemik, sejumlah besar masyarakat lokal di sini tidak menyadari akan satwa liar unik yang hidup berbagi pulau dengan mereka. Selama Rainforest: Live, berdampingan dengan peserta konservasionis  lainnya , Selamatkan Yaki akan mengambil kesempatan untuk memberikan wawasan publik dalam kehidupan Macaca nigra, yang dikenal sebagai yaki, dari Cagar Alam Tangkoko di Sulawesi Utara. Cagar alam yang indah ini memegang populasi terhubung terbesar dari spesies primata terancam punah di seluruh jangkauan aslinya, di antara banyak spesies satwa liar unik lainnya.”

Please check the social media accounts of each of the organisations taking part:

Orangutan Tropical Pealtand Project – FacebookTwitter

Harapan Rainforest – FacebookTwitter

RSPB – FacebookTwitter

Gunung Palung Orangutan Project – FacebookTwitter

Orangutan Land Trust – FacebookTwitter

Orangutan Foundation UK – FacebookTwitter

HUTAN – FacebookTwitter

Sumatran Orangutan Conservation Program – FacebookTwitter

Integrated Conservation – FacebookTwitter

Burung Indonesia – FacebookTwitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s