Update kegiatan Selamatkan Yaki di Tangkoko

IMG_2184_

Kadis Pariwisata Bitung sedang menyampaikan presentasi tentang tugas pramuwisata. | Bitung’s head of Tourism giving a talk about the duties of tour guides.

Tangkoko Rejuvenation Program (TRP) merupakan salah satu aktivitas dari Selamatkan Yaki dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan dan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Pengembangan Forum Masyarakat Konservasi Hutan (FMKH) merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekitar Tangkoko.
Tangkoko Rejuvenation Program (TRP) is one of Selamatkan Yaki’s activities, aimed to increase conservation area management and protection of the biodiversity that inhabits it. The development of Forest Conservation Community Forums (Forum Masyarakat Konservasi Hutan – FMKH) is one such effort to increase the involvement of people living around Tangkoko.

DSCN3682

Pertemuan FMKH di Kasawari. |FMKH meeting in Kasawari.

Pada bulan Mei dan Juni telah dilakukan pertemuan FMKH pertama di kelurahan Winenet Satu, Duasudara, Pinangunian, Kasawari dan Batuputih Bawah. Pertemuan yang sukses dilaksanakan ini mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat. Peserta sangat antusias dalam berdiskusi dan mengusulkan saran-saran untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan Cagar Alam Tangkoko Batuangus. Saran-saran yang disampaikan antara lain: Peta kawasan yang berisi informasi batas kawasan dan lokasi kantor/resort pengelola, Banner/baliho spesies yang dilindungi, sosialisasi dari pengelola, pengawasan hutan, peningkatan taraf ekonomi masyarakat, dan cara menghindari/mengatasi konflik antara manusia dan satwa.
DSCN3672In May and June, the first FMKH meeting was held in Winenet Satu, Duasudara, Pinangunian, Kasawari and Batuputih Bawah. These successful meetings resulted in support from communities and the local government. The participants were very enthusiastic in their discussing and brainstorming ideas to increase the awareness and involvement of communities in managing Tangkoko-Batuangus Nature Reserve. Among the ideas suggested were maps of the area with clearly marked boundaries and management offices, information boards of protected species, socializations from managing entities, forest patrols, support for local economy, and techniques to avoid/resolve human-animal conflict.

IMG_9610_refresh training_

Pak Yunus dan Israel sedang latihan penggunaan GPS. | Mr. Yunus and Israel practicing their GPS-handling skills.

Pelatihan refresher training terhadap polisi hutan di resort Batuputih dilakukan untuk mengingatkan kembali cara penggunaan GPS dan pengisian tally-sheet seperti yang pernah diajarkan pada pelatihan polisi hutan pada awal April lalu. Kedua alat ini akan sangat bermanfaat untuk mendata, mengidentifikasi dan melaporkan hasil temuan baik potensi maupun ancaman yang ada di kawasan. Penggunaan yang berulang-ulang akan memudahkan para petugas dalam menguasai peralatan yang digunakan kegiatan pengelolaan kawasan. Hal ini sama seperti yang disampaikan oleh para petugas, agar pada saat pelaksanaan patroli sudah tidak ada lagi permasalahan terkait dengan cara pengoperasiannya.
DSCN3708-2A refresher training course for forest patrols in Batuputih was held to keep the officers up to speed on GPS and tally-sheet use, building on the training held last April. Both these tools are very useful in collecting data, identifying and reporting threats, both potential and tangible, inside the conservation area. Repeated use will help officers in mastering their use and adapting it to area management practices. As the officers have already testified, these activities helped them avoid problems due to mishandling equipment during patrols.

 

Pertemuan FMKH di Pinangunian. |FMKH meeting in Pinangunian.

Pertemuan FMKH di Pinangunian. |FMKH meeting in Pinangunian.

Pada bulan Juni ini juga Selamatkan Yaki telah memfasilitasi Diskusi Pengembangan Pariwisata dan Kelompok Pemandu TWA Batuputih dan TWA Batuangus. Diskusi yang dilaksanakan di kantor Dinas Pariwisata kota Bitung dan dihadiri oleh Kepala Dinas dan staff Dinas Pariwisata Kota Bitung, Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 dan staff BKSDA Sulut, HPI Bitung, Pemandu Wisata Batuputih, Pemandu Wisata Batuangus, Lembeh Hill Resort, dan Macaca Nigra Project. Kepala SKW 1 mempresentasikan Kebijakan Pariwisata di Kawasan Konservasi dan Kadis Pariwisata mempresentasi Tugas Pramuwisata, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok membahas: Sistem Pemanduan saat ini, Pengembangan Sistem Pemanduan dan Strategi Pengembangan Wisata di Batuangus.
In June, Selamatkan Yaki facilitated a Discussion on Tourism and Guide Development in Batuputih Nature Recreation Park and Batuangus Nature Recreation Park. Discussions were held in the Tourism Department of Bitung and attended by the head and staff of the Tourism Department of Bitung, head of Area 1 Conservation Section (SKW 1) and staff from North Sulawesi’s BKSDA, HPI Bitung, Batuputih tour guides, Batuangus tour guides, Lembeh Hill Resort, and Macaca Nigra Project. The head of SKW 1 presented the Policies of Tourism in Conservation Areas and the head of the Tourism Department presented Duties of Tour Guides, followed by group discussions on: Current Guiding Systems, Development of Guiding Systems and Tourism Development Strategies in Batuangus.

IMG_2191_

Foto bersama setelah diskusi di Dinas Pariwisata. | Group photo after the discussion in the Tourism Department.

 

Diskusi kelompok menghasilkan beberapa masukan terkait pengembangan pariwisata di taman wisata alam, antara lain: pembangunan fasilitas pusat informasi, penerapan kode etik, peningkatan kapasitas pemandu khususnya kemampuan berbahasa Inggris dan mempromosikan potensi wisata Batuangus. kelompok pemandu Batuputih akan melaksanakan diskusi dengan melibatkan lebih banyak pemandu untuk mematangkan hasil diskusi ini, dan akan dikonsultasikan dengan Kadis Pariwisata serta Kepala BKSDA kemudian akan dilakukan penandatanganan bersama untuk mengawal pelaksanaannya.
Group discussions resulted in several recommendations regarding the development of tourism in nature recreation parks, among them: the construction of information centers, enforcement of code of conduct, capacity building for guides, particularly English skills and promoting the tourism attractions in Batuangus. Batuputih guides will hold a discussion involving more guides to finalize this discussion. The results will be reviewed by the head of the Tourism Department and head of BKSDA before being signed and approved.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s