We have a new member on board: Prisi!

Ever wonder about the person behind the smart designs for our various campaign materials? Meet Prisillia Morley Loijens, our graphic-design-volunteer-turned-education-assistant!

Hello, everyone! My name is Prisillia Morley, also known as Prisi…but commonly known as Morley. Growing up, I had always been very much involved in the arts; I took piano lessons, painting lessons, my parents would take me to art museums and we would go see musical plays when we can. In school, I was that kid who got in trouble for doodling in class while the teacher babbled on about grammars & equations ;) Aside from being an arty kid, I also loved the outdoors; I absolutely adore the sea and just love the feeling of being surrounded by nature. It goes without saying that I ended up holding such an admiration towards nature and its vast variety of wildlife.

I enjoy taking photos. Sometimes I take over people's cameras and take nice photos for them ;) That camera in particular is my friend Oryza's. Historical camera with historical photos, that one...

Like everyone else, I enjoy taking photos. Sometimes I take over people’s cameras and take nice photos for them😉 That camera in particular is my friend Oryza’s. Historical camera with historical photos, that one…

Hello, semuanya! Nama saya Prisillia Morley Loijens, juga dikenal sebagai Prisi…tapi banyak dikenal sebagai Morley. Dari kecil saya selalu terlibat dengan seni; saya ikut les piano, les melukis, orang tua saya membawa saya ke museum seni dan kami melihat pentas musikal jika ada kesempatan. Di sekolah, saya adalah tipe murid yang selalu kena masalah karena senang menggambar disaat Guru mengoceh tentang tata bahasa & rumus hitungan😉 Selain menjadi anak yang senang dengan seni, saya juga sangat menyukai alam; saya sangat mengagumi laut dan sangat menyukai perasaan yang saya dapat ketika dikelilingi oleh alam. Tidak perlu dikatakan lagi bahwa akhirnya muncul kekaguman tersendiri terhadap alam dan berbagai macam satwa liarnya.

With that admiration, came the need to save and protect; having gone through all these years learning about the issues threatening our environment & its wildlife helped me realize that I really wanted to take part in helping save our environment. Being in Design school just developed my way of thinking into one that is constantly conservation-related, always thinking of ways in which Design can help conservation. It all started when my particular interest in marine conservation bloomed and blossomed rapidly and in college I found myself always trying to find ways to combine my academic background with conservation, by integrating the topic of both environmental & wildlife conservation into my school assignments. Now that I’m finally out of school, I’m gladly getting more involved and happily doing more work in conservation, by using my skills and knowledge in design & conceptualizing to help with conservation efforts in the real world, particularly in my beloved North Sulawesi!
Dengan adanya kekaguman tersebut, muncul pula rasa kebutuhan untuk menyelamatkan dan melindungi; setelah bertahun-tahun belajar tentang isu-isu yang mengancam alam kita & satwa liarnya, saya menyadari bahwa saya benar-benar ingin dapat ikut membantu menyelamatkan lingkungan kita. Sekolah di bidang desain membuat cara berpikir saya lebih berkembang menjadi cara berpikir yang selalu menghubungkan Desain dengan konservasi, selalu memikirkan cara-cara di mana Desain dapat membantu konservasi. Semua ini berawal ketika ketertarikan saya terhadap konservasi laut, khususnya, mulai mekar dan berkembang dengan begitu cepatnya; saat kuliah saya mulai menggabungkan latar belakang pendidikan saya dengan konservasi, dengan mengintegrasikan topik konservasi lingkungan & satwa liar ke dalam tugas-tugas kuliah saya. Sekarang, setelah akhirnya selesai dengan sekolah, saya dengan senang hati mulai lebih terlibat dan bekerja di dunia konservasi, dengan menggunakan keterampilan & pengetahuan saya dalam desain & pemikiran konseptual untuk membantu upaya konservasi di dunia nyata, khususnya di daerah tercinta saya, Sulawesi Utara!

Design meets marine conservation: I helped organized North Sulawesi's 1st Finathon in December 2013 and did some graphic design work for pledge banners and pins

Design meets marine conservation: I helped organized North Sulawesi’s 1st Finathon (swim-a-thon fundraiser event) in December 2013 and did some graphic design work, too!

 

I first learned about Selamatkan Yaki when I met Program Manager Harry Hilser at a Christmas event in December 2012. I was in charge of guest registration that day and he was there to give SY some more exposure. When I was finally able to sit down next to him that day, I asked him about what SY is all about, which of course led him to explaining about the alarming fact that is the rapidly declining yaki population, mainly caused by human consumption and deforestation. The moment I learned about issues concerning our yaki (which is a North Sulawesi endemic species, found nowhere else in the world!), I knew that I had to get involved.
Saya pertama kali mengenal Selamatkan Yaki ketika saya bertemu Manajer Program, Harry Hilser,  di sebuah acara Natal pada bulan Desember 2012. Saat itu saya bertugas di bagian pendaftaran tamu dan Harry hadir untuk mempublikasikan SY ke lebih banyak orang. Ketika saya akhirnya bisa duduk di sebelahnya, saya bertanya-tanya tentang SY, yang tentu saja memancing dirinya untuk menjelaskan tentang fakta yang menghawatirkan yaitu penurunan populasi yaki yang sangat cepat, yang disebabkan oleh konsumsi manusia dan perambahan hutan. Ketika saya mengetahui lebih banyak tentang isu-isu seputar yaki (yang merupakan spesies endemik Sulawesi Utara, tidak dapat ditemukan di daerah lain di dunia!), saya tahu saat itu juga bahwa saya harus ikut terlibat.

With Prof. Dr. W. A. Roeroe, a legend. Honored to have met him at the first Torang Bacirita event in November 2013, my first SY event as their new volunteer ;)

With Prof. Dr. W. A. Roeroe, a legend. Honored to have met him at the first Torang Bacirita event in November 2013, my first SY event as their new volunteer😉

I finally got the chance to join Selamatkan Yaki in November 2013 as a Graphic Design volunteer, a few months fresh out of college. I joined just in time to help get the 2013-2014 Yaki Pride Campaign going, by helping with informational text panel designs to accompany all the photographs that are currently up for display at the Yaki Exhibition in Pa’Dior, Tompaso-Minahasa, as well as other campaign materials. After wrapping up my studies in Bandung-West Java where I studied Visual Communication Design and graduated in August 2013 as a Bachelor of Design, I settled back home in Manado and got back in touch with Harry to let him know that I was done with school and would love to finally offer some Design help for the SY program. He then told me to get in touch with Education & Advocacy Coordinator Thirza Loffeld…and the rest is history.
Saya akhirnya berkesempatan bergabung dengan Selamatkan Yaki di bulan November 2013 sebagai relawan Desain Grafis, beberapa bulan setelah lulus kuliah. Saya bergabung tepat waktu dan dapat ikut membantu menjalankan Kampanye Kebanggaan Yaki 2013-2014, dengan mendesain panel informasi yang menemani semua foto-foto yang saat ini dipamerkan di Pameran Yaki di Pa’Dior, Tompaso-Minahasa, beserta bahan-bahan kampanye lainnya. Setelah menyelesaikan kuliah Desain Komunikasi Visual di Bandung-Jawa Barat dan lulus pada bulan Agustus 2013 sebagai Sarjana Desain, saya kembali menetap di Manado dan kembali menghubungi Harry untuk mengabari bahwa saya sudah selesai sekolah dan dengan senang hati ingin menawarkan bantuan Desain untuk program SY. Ia kemudian memberitahu saya untuk langsung berhubungan dengan Koordinator Pendidikan & Advokasi, Thirza Loffeld…dan sisa ceritanya dapat ditebak.

Fast forward to 8 months later, just before my “gap-year” was coming to an end, a position opened up and I was offered to join the SY EARS (Education and Awareness Raising Strategy) team, as an Education Assistant, focusing mostly on Design & Communications, among other things. I most gladly accepted the offer, because I believe that design & visual communications can really support conservation efforts, especially in educating & spreading awareness. I also believe that good design is capable of bringing about positive changes in people’s behavior & ways of thinking. I want to help SY achieve all that and I’m super excited for everything that’s brewing here over at the SY HQ!
Fast forward ke 8 bulan kemudian, beberapa waktu sebelum “gap-year” saya berakhir, SY membuka lowongan kerja saya ditawarkan untuk bergabung dengan tim EARS (Strategi Pendidikan dan Penyadartahuan) SY, sebagai Education Assistant dengan tanggung jawab yang lebih terfokus pada bidang Desain & Komunikasi, di samping hal-hal lainnya. Dengan sangat senang hati saya menerima tawaran tersebut, karena saya percaya bahwa desain & komunikasi visual benar-benar dapat mendukung upaya-upaya konservasi, khususnya dalam memberikan edukasi dan penyadartahuan. Saya juga percaya bahwa desain yang baik mampu membawa perubahan positif terhadap perilaku dan cara berpikir masyarakat. Saya ingin membantu SY mencapai semua itu dan saya sangat antusias dengan semua yang sedang direncanakan & dipersiapkan di markas besar SY ini!

Me doing a little school project...about jumping Scrabble

Other than working on graphic design, I love spending time working on motion graphics. Here is me working on a stop-motion animation involving Scrabble pieces! Shout out to my fellow Designer & partner-in-projects Olivia Pangkey for the killer photo.

Through this post I would also like to leave a message to my fellow Designers, that whether we realize it or not, design is a BIG part of conservation. On the one hand, conservation is all about scientific research, but all the different kinds of media that are available out there are pretty much the ammunition for a successful conservation campaign, through which we expose these scientific facts to the people. By using the appropriate media, combined with good design execution, we will be able to send out messages effectively, giving us the amount of impact that we desire and achieving the results that we seek! I really hope that more Designers will realize how much help they can be for the environment & its wildlife and that they’d be willing to get involved with conservation by creating good designs, because it feels good to be good and do good!
Melalui postingan ini saya juga ingin meninggalkan pesan untuk teman-teman Desainer lainnya, bahwa sadar atau tidak, desain merupakan bagian BESAR dari konservasi. Di satu sisi dari konservasi, penelitian ilmiah mempunyai peranan besar, tetapi media-media yang tersedia dalam berbagai macam jenis merupakan amunisi dari suatu kampanye konservasi, yang mana kita gunakan untuk menyebarkan hasil-hasil penelitian ilmiah tersebut kepada masyarakat luas. Dengan menggunakan media yang tepat, dikombinasikan dengan eksekusi desain yang baik, kita bisa menyalurkan pesan secara efektif, memberikan kita dampak yang kita inginkan dan mencapai hasil-hasil yang kita cari! Saya sangat berharap bahwa akan lebih banyak lagi Desainer yang sadar akan seberapa banyak bantuan yang bisa mereka berikan untuk lingkungan & satwa lainnya dan semoga menjadi lebih tergerak untuk mau terlibat dalam konservasi dengan menciptakan karya desain yang baik, karena senang rasanya bisa jadi orang baik dan melakukan hal-hal yang baik!

After her stint as one of our volunteer graphic designers, Prisi is full-time on our EARS team as an Education Assistant. We’re looking forward to her input on our upcoming projects!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s