Our volunteer Joe: Why I decided to join the team…

Dear viewers, say hi to another awesome volunteer: Joseph Lolong! He has a finger in almost all graphic-related pies here in Selamatkan Yaki. Read on to know more about him!
Pembaca yang baik, sapalah satu lagi volunteer keren kami: Joseph Lolong! Dia terlibat dalam hampir semua urusan yang berkaitan dengan desain grafis di Selamatkan Yaki. Lanjutkan membaca untuk mengenalnya lebih jauh!

Say hi to Joe, Selamatkan Yaki's graphic design volunteer!

Say hi to Joe, Selamatkan Yaki’s graphic design volunteer!

Ahoy people of the page! My name is Joe. I work as an all-around designer and am currently staying in Jakarta.
Ahoy pembaca halaman! Nama saya Joe. Saya merupakan seorang designer full-time dan saat ini sedang tinggal di Jakarta. 

I decided to join Selamatkan Yaki on February 2014. That time, my close friend Carol posted info about Selamatkan Yaki on her Facebook timeline. I checked it out, and I found Oriana’s cute yaki illustration. That was the main trigger. I thought the illustration was so cool, I was challenged to make something like that too. Furthermore I asked Carol about the possibility to donate an artwork, and yes you bet, it lead to a small and enthusiastic discussion about Selamatkan Yaki. Shortly, she introduced me to Thirza and I was welcomed to the club!
Saya memutuskan untuk bergabung dengan Selamatkan Yaki pada Februari 2014. Pada waktu itu, sahabatku Carol membuat post mengenai Selamatkan Yaki pada timeline Facebook-nya. Saya membukanya, dan melihat ilustrasi yaki Oriana yang menggemaskan. Itu adalah pemicu utama. Saya merasa ilustrasi itu sangat keren, saya pun tertantang untuk membuat desain seperti itu. Saya bertanya lebih jauh pada Carol mengenai kemungkinan menyumbangkan karya seni, dan seperti yang sudah kamu duga, kami pun berdiskusi mengenai Selamatkan Yaki dengan bersemangat. Tidak lama kemudian, saya dikenalkan pada Thirza dan saya disambut dalam kelompok!

Hi! Meet Yaki! An illustration by illustrator Oriana Chalbaud who inspired Joe to join the Selamatkan Yaki team!

Hi! Meet Yaki! An illustration by illustrator Oriana Chalbaud who inspired Joe to join the Selamatkan Yaki team! | Hi! Saya yaki! Ilustrasi karya Oriana Chalbaud ini menginspirasi Joe untuk bergabung dengan tim Selamatkan Yaki!

As we spoke, Thirza explained to me about the current crisis of the yaki, how this species is now extremely threatened and facing extinction. Of course I was surprised by this fact. As a “half-blood” (Dad is Manadonese, Mom is Padang-Jakartanese), I always feel disturbed when people ask whether I also consume “exotic Manado menus” i.e. bats, rats, and monkeys. The answer would always be no, especially after I found out that one of the main causes of their near-extinction is this eating habit.
Dalam percakapan kami, Thirza menjelaskan mengenai krisis yang dihadapi yaki, bagaimana spesies ini sangat terancam dan menghadapi kepunahan. Tentu saja saya terkejut dengan fakta ini. Sebagai seorang “darah campuran” (ayah Manado, ibu Padang-Jakarta), saya selalu merasa terganggu ketika ditanyai apakah saya juga mengonsumsi “makanan eksotis Manado” mis. paniki, tikus, dan yaki. Jawaban saya selalu tidak, terutama setelah saya mengetahui bahwa salah satu penyebab utama nyaris punahnya spesies ini adalah kebiasaan makan ini.

I think you all wonder what a designer can do to help yaki conservation. Believe it or not, I wondered the same question too. Do not imagine me dressed up like Indiana Jones, wandering the forest and battling with illegal hunters (or piranhas!). Those stuff are for Thirza and friends, but me, yeah, let’s just say geographically I am incapable of doing that. (Cheers mates!)
Saya rasa kalian semua penasaran apa yang bisa dilakukan seorang designer untuk membantu konservasi yaki. Percaya atau tidak, saya juga menanyakan hal yang sama. Jangan membayangkan saya berpakaian seperti Indiana Jones, berkelana melintasi rimba dan berperang melawan pemburu ilegal (atau piranha!). Hal seperti itu adalah bagian Thirza dkk., tapi saya, yah, katakan saja secara geografis saya tidak mungkin melakukan kegiatan-kegiatan itu. (Cheers mates!)

However, I understand people use design to communicate (heavy) messages. Conservation is a message and it must be communicated. This is my place in the organisation: to help spread the conservation message, through the best skill I have: designing.
Akan tetapi, saya paham bahwa desain digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan (yang berat). Konservasi adalah sebuah pesan dan perlu dikomunikasikan. Ini adalah bagian saya dalam organisasi: membantu menyebarkan pesan konservasi, melalui skill terbaik saya: desain.

Surprisingly, I was appointed to help developing the first yaki magazine. I felt very honored, considering my “newbie” status on the club.
Saya kaget ketika dipercayakan untuk membantu mengembangkan majalah yaki pertama. Saya merasa sangat tersanjung, terutama karena saya merupakan “pendatang baru” dalam kelompok ini.

The very first Yaki Magazine! By our master brain: Joe!

The very first Yaki Magazine! By our master brain: Joe! | Majalah Yaki pertama! Hasil karya master kami: Joe!

I believe lots of people consider “conservation” as a big word that requires big actions too. Well, I should say, even the biggest leap starts with small steps. You would never change anything if you don’t act.
Saya yakin banyak orang menganggap “konservasi” sebagai kata yang besar yang butuh tindakan besar pula. Perlu saya katakan, lompatan terbesar pun dimulai dengan langkah-langkah kecil. Kamu tidak akan mengubah apa-apa jika kamu tidak bertindak.

Yaki is a vital part of the grand treasure of North Sulawesi and Indonesia. Imagine what would you say to your grandchildren when they find yaki pictures in a book of extinct animals and ask you these questions:
“Granddad, what happened to the yaki? They are so very cute and charismatic!”
“Well dearest, they’re extinct!”
“Uh, that’s too bad. Why did they go extinct?”
“Well, we ate them all.”
Yaki adalah bagian penting dari harta karun Sulawesi Utara dan Indonesia. Bayangkan apa yang akan kamu katakan pada cucu-cucumu ketika mereka melihat foto yaki di buku satwa yang sudah punah dan memulai percakapan:
“Opa, apa yang terjadi pada yaki? Mereka sangat lucu dan kharismatik!”
“Mereka sudah punah sayang!”
“Yah, sayang sekali. Mengapa mereka bisa punah?”
“Eh, kami memakan mereka semua.”

We are obliged, especially all Manadonese, pure-bloods or half-bloods, to help conserve the yaki. Our future generations deserve to witness this magnificent species. I know this sounds so dramatic but that’s the truth.
Kita semua wajib, terutama orang-orang Manado, darah-murni maupun darah-campuran, untuk membantu mengkonservasi yaki. Generasi masa depan patut melihat spesies yang gagah ini secara langsung. Saya tahu kata-kata ini agak dramatis tapi ini adalah kenyataan.

Selamatkan Yaki is a very charming and dynamic organisation. It is a nice place with super cool, welcoming talents (we hit national newspaper Kompas and had SLANK as our musical ambassador). All you need to do is sign up. Don’t you worry yet about your part. You will definitely find your place in this organisation. No matter how small you are able to do, or how far you live from the yakis, as long as you have a sincere willingness to help, you will always be welcomed!🙂
Selamatkan Yaki adalah organisasi yang sangat luwes dan dinamis. Ini adalah tempat yang nyaman dengan bebrapa talenta yang super keren dan ramah (kami berhasil masuk dalam koran nasional Kompas dan bekerja sama dengan SLANK sebagai Duta kami di dunia musik). Yang perlu kamu lakukan hanya menghubungi mereka. Jangan dulu khawatir dengan apa yang bisa kamu lakukan. Kamu pasti akan menemukan tempatmu di organisasi ini. Tidak peduli berapa kecil pun kemampuanmu, atau berapa jauh jarakmu dari para yaki, selama kamu bersedia dan sungguh-sungguh ingin membantu, kamu pasti akan disambut!🙂

The first prints of the Indonesian version of Yaki Magz! All went to the participants of our Yaki Youth Camp! But don't worry, the online versions (English and Indonesian) will be launched soon!

The first prints of the Indonesian version of Yaki Magz! All went to the participants of our Yaki Youth Camp. But don’t worry, the online versions (English and Indonesian) will be launched soon! | Cetakan bahasa Indonesia pertama dari Yaki Magz! Semuanya diberikan pada para peserta Yaki Youth Camp. Jangan khawatir, versi online (Inggris dan Indonesia) akan segera tersedia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s