Several Programs and Ideas sharing at the Triwulan Meeting FMKH! Berbagi Program dan Ide pada Pertemuan Triwulan FMKH

Setelah melaksanakan dua kali pertemuan rutin bulanan dan kunjungan lapangan, maka pada tanggal 11 Desember 2014 telah dilakukan pertemuan triwulan FMKH yang dilaksanakan di PPS Tasikoki. Yang membedakan pertemuan kali ini dengan permuan sebelumnya yaitu peserta yang diudang merupakan perwakilan FMKH dari kelurahan-kelurahan Duasudara, Batuputih Bawah, Winenet Satu, Kawasari dan Pinangunian, sedangkan pada pertemuan sebelumnya hanya dilakukan di dalam kelurahan dan pesertanya adalah anggota FMKH dalam kelurahan masing-masing.

IMG_0216After held two time’s routine meeting and field trip, on December 11th 2014 the triwulan meeting FMKH was held in Tasikoki Wildlife Rescue Center. What different at the meeting that time was the participants were the representative of the 5 villages; Duasudara, Batuputih Bawah, Winenet Satu, Kasawari, and Pinangunian, where the monthly meeting happens once in a month in each village with the each representative.

Pertemuan triwulan juga menghadirkan perwakilan instansi pemerintah yang terkait dengan pengelolaan kawasan konservasi Tangkoko. Disamping untuk mempertemukan perwakilan seluruh FMKH, pertemuan ini juga bertujuan untuk: a. Mensosialisasikan rencana dan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan kawasan konservasi (seperti: pal batas, aturan di bidang kehutanan dan peraturan pemerintah daerah); b. Sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kepedulian, ide-ide dan masukan bagi pemerintah terkait; dan c. Menginformasikan fakta-fakta tindak pidana kehutanan dan upaya penegakan hukum yang telah dilakukan.

We had also the representative of the government who works with the management of the conservation area Tangkoko. This meeting was not only to gather each representative of the five villages but also aimed to: a. To do socialization about the planning and law regarding the management of the conservation area (such as: boundaries of the area and the village, laws in forestry department and the local law); b. This is the place for the society to express their aspiration, awareness, ideas and input to the local government; and c. To inform the illegal activities in the forest as also how to enforce the law.

Perwakilan instansi pemerintah yang menghadiri pertemuan triwulan ini adalah Kepala
Seksi konservasi Wilayah I BKSDA Sulut sebagai otorita pengelola kawasan konservasi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kota Bitung, serta Dinas Kehutanan dan Pertanian kota Bitung. Pak Askhari Masikki, SHut. (Kepala Seksi I BKSDA) juga memberikan presentasi tentang pengelolaan kawasan konservasi wilayah Bitung yang meliputi CA. Tangkoko, CA. Duasudara, TWA. Batuputih dan TWA. Batuangus. Ibu Erfinna (Dinas Pariwisata) mempresentasikan tentang potensi wisata dan kalender tahunan kegiatan pariwisata di kota Bitung.

The representative of the government at this time was the Head of Section I Conservation Area of BKSDA Sulut as the author to the management of conservation area, Tourism and Creative Economy Department of Bitung, and Forestry and Agriculture Department of Bitung. Mr Askhari Masikki, SHut. (Head of Section I Conservation Area of BKSDA Sulut) gave a talk about the work of BKSDA in managing the conservation areas including Tangkoko Nature Reserve, Duasudara Nature Reserve, Batuputih Recreational Park, and Batuangus Recreational Park. Mrs.Erfinna from Tourim Department was talking about the tourism potentials as also the yearly tourism activities in Bitung city.

Disamping menyimak beberapa presentasi termasuk dari Selamatkan Yaki dan PPS IMG_0149Tasikoki, dalam pertemuan ini juga dilaksanakan FGD dengan kelompok dari FMKH masing-masing kelurahan. Kegiatan ini sangat produktif dan semua peserta antusias dalam mengambil bagian. Mereka membahas tentang pemilihan personil untuk FMKH; Isu-isu lingkungan terpenting di masing-masing kelurahan; slogan untuk tiap kelurahan yang akan ditulis di gapura kelurahan; desain gapura; dan poin-poin penting yang akan dimasukkan pada lembar “Persetujuan Bersama”.

Not just listened to the talks given by Selamatkan Yaki and Tasikoki, in this meeting the participant were engaged into forum group discussion where they were divided into small groups per village. It was really productive and all participants were excited to take part. They were discussing about who’s going to be the member of the forum of each village, environmental issues in each neighborhood, a slogan that will be representing the village in their archway, the design of the archway, and important points to put in agreement of the forum.

Antusiasme peserta perlu diapresiasi, karena sepanjang pertemuan mereka serius menyimak berbagai presentasi yang disampaikan dan memberikan tanggapan dan pertanyaan untuk memuaskan keingintahuannya tentang pengelolaan kawasan dan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan oleh masing-masing instansi terkait. Demikian juga selama proses FGD dan pembahasan hasilnya, bahkan mereka juga menghasilkan desain gapura yang akan dibangun di kelurahan walaupun hasilnya masih akan didiskusikan dengan Lurah dan masyarakat lainnya.

We have to appreciate their excitement, as during the meeting they were engaged and paid attention as also really interactive during discussion session to express their desire to find more about the management of the conservation area and all activities. They did good job during the forum group discussion and had produced many good ideas and very creative in the archway designs where still need to be discussed with the head of their villages.

IMG_0240Akhirnya pada pukul 16.30 pertemuan ditutup dengan penyerahkan cinderamata kepada setiap desa berupa foto dari kegiatan lapangan bulan November yang lalu yang membawa banyak kenangan dari kunjungan melihat yaki di hutan yang menyenangkan. Sebagaimana saat itu merupakan akhir tahun, banyak sekali motivasi serta harapan dan perasaan positif mengakhiri triwulan meeting, semua peserta merasa bersyukur serta tak lupa pula hari itu ditutup dengan doa.

Finally at 4.30pm the productive triwulan meeting was closed by giving some merchandise which was the photo from field trip last November that brought up lots of memories of fun time followed the Yaki in the forest. As it was the end of the year there were many motivations and hopes and positive feelings to end the triwulan meeting, all participants felt grateful and end the day by a prayer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s