Tugas Pemuda Remaja Kristen : Mengusahakan dan memelihara Bumi (Kej. 2:15)

The Task of Christian Youth: To make an effort and take care the earth (Gn. 2:15)

Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Youth Camp region one and two that held in Tonsea Lama, Tondano on June 29 to July this year is a bit different with the previous year.

Perkemahan Pemuda Remaja Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) wilayah SULUT Satu dan SULUT Dua yang diselenggarakan di Tonsea Lama, Tondano pada tanggal 29 Juni – 2 Juli tahun 2015 ini agak berbeda dengan dengan perkemahan-perkemahan sebelumnya.

DSC_8142This time, the youth had special guest on Tuesday June 30 from Selamatkan Yaki that deliver presentation about wildlife protection especially the crested black macaque that is well known as Yaki, unique to North Sulawesi. This population of this monkey is threatened to extinction, that is why they are protected by the Indonesian law (UU. No. 5 Tahun 1990).

Kali ini perkemahan Pemuda Remaja GSJA kedatangan tamu pada hari Selasa, tanggal 30 Juni 2015, yaitu pembicara dari program Selamatkan Yaki yang mengadakan sosialisasi tentang perlindungan satwa liar khususnya satwa khas Sulawesi Utara yaitu monyet hitam sulawesi yang dikenal akrab dengan nama Yaki. Adapun Yaki, monyet khas Sulawesi Utara ini, populasinya sudah terancam punah sehingga dilindungi oleh hukum negara (UU No. 5 Tahun 1990).

DSC_8138

The youth are important in getting this socialization, considering the majority society of North Sulawesi is Christian. And why the role of the youth is important in environmental conservation? As has been mandated in the Bible, humans took over as a “ruler” of the creation of the earth, and seeks the dam preserve the Earth (Gn. 1:18, Gn. 2:15).

Pemuda remaja Kristen dipandang penting untuk memperoleh sosialisasi ini mengingat akan warga masyarakat Sulawesi Utara yang pada umumnya umat Kristiani. Mengapa peran pemuda Kristen sangat penting dalam pelestarian lingkungan hidup? Seperti yang telah diamanatkan dalam Alkitab, manusia mengemban tugas sebagai “penguasa” atas ciptaanNya di bumi, serta mengusahakan dam memelihara Bumi (Kej. 1:18, Kej. 2:15 ).

The socialization which had around 700 participants from all around North Sulawesi were getting interesting with the questions and quiz where the winner Aiking Manopo from Kawangkoan Minahasa gave a good answer about the important role of the Yaki in human’s life.

Sosialisasi yang dihadiri oleh 700-an peserta dari seluruh Sulawesi Utara ini semakin menarik dengan adanya tanya jawab dan kuis yang pemenang utamanya berasal dari Kawangkoan Minahasa bernama Aiking Manopo, yang menjawab tentang peran penting yaki dalam kehidupan manusia.

The youth is future generation that will determine the fate of the wildlife and other living creatures in the world, with an understanding of the responsibility given to human as a ruler who maintain and take care good of the earth so the survival of wildlife especially the critically endangered Yaki.

Pemuda remaja adalah generasi penerus yang akan menentukan nasib satwa liar serta makhluk hidup lain yang ada di jagad raya ini, dengan diberikan pemahaman tentang tugas tanggung jawab manusia sebagai penguasa yang memelihara dan mengusahakan bumi dengan baik dan benar maka kelangsungan hidup satwa liar khususnya Yaki yang sudah terancam punah, tidak akan terjadi.

Selamatkan Yaki hopes can visit more camp from another church dnominations and spread Yaki conservation messages, a charismatic species that need the protection from us people of North Sulawesi.

Selamatkan Yaki berharap bisa berkunjung ke perkemahan perkemahan denominasiDSC_8129 gereja lainnya dan menyebarkan pesan pelestarian Yaki satwa kharismatik yang memerlukan perlindungan dari kita masyarakat Sulawesi Utara.

“Together we will save the Yaki!”

Stand Informasi tentang Yaki hadir di pasar Airmadidi

Yaki information stand come to Airmadidi’s market

1434764784564-2Sabtu 20 Juni 2015 lalu, Selamatkan Yaki kembali mengadakan kegiatan stand informasi di pasar Airmadidi, Minahasa Utara. Tujuan diadakannya stand informasi adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan cara berbagi langsung kepada masyarakat informasi tentang Yaki, yang merupakan satwa yang hanya ditemukan di Sulawesi Utara, dilindungi oleh Undang-undang No. 5 Tahun 1990 dan keberadaannya sudah sangat mengkhawatirkan karena jika tidak dilestarikan maka kepunahan akan menghadangnya.

On Saturday, June 20th 2015, Selamatkan Yaki held an information stand in Airmadidi market, North Minahasa. Information stands are meant to raise the community awareness through direct conversation with the people about the yaki, an animal only found in North Sulawesi, protected through national laws and with facing a worrying population decline that could lead to extinction.

DSC_8014Kegiatan stand informasi dari program Selamatkan Yaki sudah beberapa kali dilaksanakan sebelumnya di area kampanye tahun pertama yaitu Langowan dan Tomohon. Stand informasi merupakan bagian dari Kampanye Kebanggaan Yaki, sebuah kampanye yang dicanangkan oleh Selamatkan Yaki untuk menggalang rasa bangga masyarakat terhadap satwa endemik Sulawesi Utara ini. Kegiatan stand informasi di Langowan dan Tomohon mendapatkan tanggapan yang baik dari masyarakat dengan pengunjung kurang lebih 1600 orang. Untuk tahun kedua ini, program Kampanye Kebanggaan Yaki difokuskan di Bitung dan Airmadidi, di mana Bitung merupakan lokasi harapan terakhir dari bagi Yaki untuk bisa hidup dan berkembang biak secara alami yaitu Cagar Alam Tangkoko serta Airmadidi yang relatif dekat dengan hutan lindung Gunung Klabat.

Selamatkan Yaki’s information stands has previously been held several times in their first-year campaign areas of Langowan and Tomohon. Information stands are part of the Yaki Pride Campaign, a campaign initiated by Selamatkan Yaki to instil a sense of pride in the people towards this endemic animal of North Sulawesi. Information stands in Langowan and Tomohon were well-received by the community, garnering approximately 1600 visitors. For this second year, the Yaki Pride Campaign will be focused in Bitung and Airmadidi, with Bitung being the last surviving hope for the yaki to live in a natural habitat in Tangkoko Nature Reserve, and Airmadidi being situated relatively closely to Mount Klabat Forest Reserve.

DSC_7993

Let’s put color on our Yaki mask!

Pasar merupakan pusat keramaian di mana terjadi aktivitas perdagangan dan ekonomi lainnya dan dikunjungi oleh berbagai lapisan masyarakat. Dengan pertimbangan ini maka Selamatkan Yaki mencoba mendekati masyarakat lewat dibukanya stand informasi di pasar dan membagikan informasi sebanyak-banyaknya kepada pengunjung pasar. Kali ini walaupun diguyur hujan deras tapi masyarakat cukup antusias dalam mendengarkan informasi yang dibagikan oleh Asisten Pendidikan Selamatkan Yaki Caroline Tasirin dan Yohanes Sambuaga yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat.

DSC_7982

Our partner Tangkoko Conservation Education took part on the day.

Markets are trade centres for the local community, and are visited by a wide variety of demographics. To reach these groups, Selamatkan Yaki opened an information stand in the heart of the market and shared information with market visitors. Despite the heavy rain, people showed interest in the information being shared by Selamatkan Yaki’s Education Assistants, Caroline Tasirin and Yohanes Sambuaga, who also answered their questions.

Dengan bantuan dari mitra kami Pendidikan Konservasi Tangkoko (PKT), KMPA Tunas Hijau Airmadidi dan Duta dari Yaki Youth Camp 2015, sosialisasi ini bisa berjalan dengan baik dan juga mendapatkan perhatian khusus dari anak-anak pengunjung pasar karena mereka bisa belajar sambil bermain, yaitu dengan mewarnai dan membuat topeng Yaki. Selain itu masyarakat juga memperoleh stiker gratis dan penjelasan tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan jika kita melihat atau mendapatkan Yaki yang dijual ataupun yang dijadikan piaraan.

With the help of our partners Tangkoko Conservation Education (TCE), KMPA Tunas Hijau Airmadidi and our Ambassador from Yaki Youth Camp 2015, the information stand was a success and earned particular interest from the local children through fun, educational activities, namely colouring sheets and yaki masks. Visitors also got free stickers and got an explanation regarding what to do if they saw or found yaki being sold or kept as a pet.

DSC_8031

Not only admiring the pictures, children find out lots of info about the Yaki.

Mengingat semakin dekatnya acara pengucapan syukur di daerah Minahasa ini maka Selamatkan Yaki akan terus mensosialisasikan Kampanye Kebanggaan Yaki ini dengan harapan ancaman terhadap Yaki dari konsumsi diharapkan akan berkurang. Dalam beberapa bulan ke depan Selamatkan Yaki akan melanjutkan terus stand informasi ini di pasar-pasar yang lain di Bitung dan Airmadidi serta akan kembali berkunjung ke Langowan. Sampai bertemu di kunjungan berikut!

With Minahasan thanksgiving drawing near, Selamatkan Yaki will continue Yaki Pride Campaign activities, with the hope that threats towards the yaki, particularly through bushmeat trade, will decrease. Within the next few months Selamatkan Yak will continue this information stand in other markets in Bitung and Airmadidi and will also visit Langowan again. We’ll see you at our next information stand!

Torang jaga Yaki karna torang peduli! Together we will save the Yaki!