SAVE AND LOVE ANIMAL EXPO 2015

SAVE AND LOVE ANIMAL EXPO 2015
Lapangan Parkir Mer99 Megamas Manado
4-6 September 2015.

Kicauan burung nan merdu hari itu terdengar seperti menyambut setiap peserta kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas Pencinta Hewan Anjing di Manado (Manado Dog Lovers). Dalam rangka Merayakan HUTnya yang ke-1 komunitas MDL menggagas event yang bertajuk ‘SAVE AND LOVE ANIMAL EXPO 2015’. Event ini digelar di parkiran Mer99 Megamas Manado dan berlangsung selama 3 hari, Jumat-Minggu. Acara ini sendiri bertujuan mengkampanyekan bagaimana memperlakukan hewan/satwa dengan baik dan menolak segala bentuk kekerasan serta kebiasaan mengkonsumsi satwa peliharaan maupun satwa liar yang selama ini masih terjadi di masyarakat Sulawesi Utara.

DSC_1951Lovely voice of the birds tweeting seemed like welcoming every participants for the event held by Manado Dog Lovers Community. In celebrating their first anniversary, this community has organized an event named “Save and Love Animal EXPO 2015” in Megamas Manado for three days 4 to 6 September 2015. The aim of this event is to campaign how to treat animal right and no to animal abuse as also the trend of consuming pets or wildlife that is still happening in North Sulawesi.

Datang dengan membawa info stand, banner dan material edukasi pendukung lainnya,Tim Selamatkan Yaki berbagi Stand dengan PPS Tasikoki yang sama-sama di undang untuk memeriahkan event tersebut. Space stand yang diberikan panitia cukup lumayan, kami dapat menempatkan banyak banner, baliho, dan foto-foto yang berisi pesan tentang lingkungan dan satwa liar sehingga pengunjung dapat menemukan informasi yang bermanfaat tentang hutan dan satwa liar lebih khusus Yaki (Macaca Nigra). Sejak hari pertama dimulainya event Save and Love Animal Expo 2015, Info stand Selamatkan Yaki dan Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki banyak dikunjungi oleh warga masyarakat dari segala usia. Anak-anak, orang dewasa, tua-muda datang dengan antusias. Untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka kerapkali mereka bertanya/ berdialog secara terbuka dengan Tim yang saat itu berada disana untuk membantu mengedukasi masyarakat untuk lebih memahami bahwa Yaki (Macaca Nigra) adalah hewan Endemik yang sedang terancam punah dan sudah diLindungi oleh pemerintah Indonesia maupun dunia Internasional. Ada juga masyarakat yang secara antusias memberikan informasi mengenai keberadaan satwa liar Yaki didaerah/ didesa mereka tinggal.

DSC_1960Came with our info stand, banners, education materials, etc we collaborate with Tasikoki Wildlife Rescue Center. The tent provided was lovely and was enough to put all of our materials; banners, pictures with conservation environmental messages especially Yaki (Macaca nigra). Since the first day of the event, our tent has been visited by many people from different range of age. Children, adults, youth, all came with curiosity. They asked most of the time to the team which was a good chance to share information and education as well as help them to understand that Yaki is endemic, critically endanger, and protected by the law. There were also some people shared information about Yaki sighting in their areas.

Hari Pertama acara ini dibuka secara oleh Ketua Manado Dog lovers dengan menyerahkan1 ekor Satwa liar Yaki (Macaca Nigra) yang diserahkan oleh warga secara sukarela untuk direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki. Billy Lolowang Petugas PPS Tasikoki yang hadir langsung menerima Satwa Yaki ini dan kemudian langsung membawanya ke PPS Tasikoki untuk kemudian direhabilitasi.

At the opening of this event, the chief of Manado Dog Lover community handed out a Yaki, given up by a local people straight to Tasikoki Wildlife Rescue Center  represented by Billy Lolowang. This Yaki has been sent to Tasikoki for further rehabilitation.

DSC_1899Dalam Talk show di hari kedua event yang berlangsung malam hari, Tim Selamatkan Yaki dan PPS Tasikoki berkesempatan mengkampanyekan pentingnya kepedulian dan pemahaman masyarakat terhadap perlindungan dan pelestarian Satwa liar Yaki di Sulawesi Utara. Selamatkan Yaki sendiri tidak henti-hentinya menyampaikan pesan konservasi hutan dan satwa liar khususnya Yaki kepada seluruh lapisan masyarakat karena ada manfaat yang besar untuk generasi hari ini dan masa depan manusia di bumi Sulawesi Utara. Satu slogan yang selalu di gaungkan oleh program Selamatkan Yaki “Torang jaga Yaki karena torang peduli” menjadi sebuah pesan yang dapat diterima oleh masyarakat di Sulawesi utara pada umumnya.

At the talk show on the second day at night, our team together with Tasikoki had a chance to do campaign talk about the awareness raising and the understanding of the society to the protection of the Yaki in North Sulawesi. We have been not stopping spreading the message about forest conservation and wildlife especially the Yaki to all level of society as it is really important not for the current society but for our next generation here in North Sulawesi. “We protect the Yakibecause we care,” is one powerful message that has been spreading through our activities.

DSC_1990Selain berkampanye melalui info di banner dan baliho, kami juga mengadakan pemutaran film tentang Yaki dan keanekaragaman hayati tidak ketinggalan kehadiran replika Yaki ‘Cheri” turut meramaikan info stand dari program Selamatkan Yaki. Nah! Di event kali ini para pengunjung juga diberikan kesempatan berdonasi lewat membeli kaos-kaos ber gambar Yaki.

Not only spreading yaki conservation messages through banners, we had play the short BBC movie about Yaki and biodiversity, and ‘cheri’ our Yaki replica from recycle material were there being the attraction. This time, the visitor had also chance to donate to the programme by buying Yaki t-shirts.

Acara ini lalu ditutup dengan orasi singkat dari setiap komunitas yang hadir tidak ketinggalan Caroline ‘Dea’Tasirin dari Selamatkan Yaki dan Billy G. Lolowang dari PPS Tasikoki menyampaikan pesan-pesan ‘Save Yaki’. Namun Sebelumnya teman-teman dari Tunas Hijau Hendra ‘Enda’ Pangandaheng Cs menghibur pengunjung dengan lagu-lagu bertemakan lingkungan. Kolaborasi yang apik, dentingan gitar yang merdu dan lirik-lirik lagu yang menginspirasi banyak orang semoga menjadi sebuah momentum untuk mengubah paradigma kita tentang alam sekitar, satwa liar didalamnya, ekosistem dan keanekaragaman hayati. Terimakasih kami juga bagi Panitia dalam hal ini Manado Dog Lovers, semua komunitas pencinta hewan yang hadir dalam event, masyarakat luas yang dengan senang hati meluangkan waktu berkunjung di stand Selamatkan Yaki. Terimakasih untuk semua dukungannya yaaa! Cheers!

We had a short oration from each community at the closing day of the event, and this time our education assistant Caroline together with Billy from Tasikoki did great job in spreading yaki conservation messages. We had also friends from nature club “Tunas Hijau Airmadidi” sang few songs about environmet. Nice! What a great collaboration, together with guitar melody and inspiring lyrics about the nature, wildlife, ecosystem and biodiversity. We would like to say many thanks to Manado Dog Lovers for hosting us at the event, and all visitors who visited our stand. Thanks for all your support! Cheers!

DSC_1916Ance – Tangkoko Project Assistant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s