Selamatkan Yaki Exhibition Year 2

On October 16th 2015 we officially opened our 2nd exhibition, this year held at the Gedung Kesenian Bitung. Double the content, double the information and double the fun!

Pada tanggal 16 Oktober 2015 kami resmi membuka pameran yang ke dua, tahun ini diadakan di Gedung Kesenian Bitung. Dua kali lebih banyak isinya, dua kali lebih banyak informasi dan dua kali lebih asyik!

The opening event started at 10 am on a Friday, attended by people from various types of community, including our partners, students from nearby schools, government officials, local priests that participated in our “Torang Bacirita: Green Gospel” workshop, members & coordinators of the Forest Conservation Society Forum (named FMKH) villages that are a part of our Tangkoko Rejuvenation Programme, as well as staff members of the Bitung Tourism Department who played a big role in helping make this exhibition happen. Vice Mayor of Bitung Max Lomban officially opened the exhibition, but not before providing the guests with a lengthy explanation as to why yaki conservation is important and sharing ideas on how local communities can help conservation efforts. After having Mr. Lomban formally cut the strings to the entrance of the exhibition, we walked him and wife Khouni Lomban-Rawung through the various exhibition materials while providing brief explanations along the way. Nearing the end of the walk, Mr. Lomban stopped at our 5 meter pledge banner (featuring SLANK!) to sign his pledge to support yaki conservation! Have you ever signed one of our SLANK banners? Visit our exhibition, sign it yourself and don’t forget to leave a message.

Bpk Max Lomban, Wakil Walikota Bitung (Vice Major of Bitung)

Bpk Max Lomban, Wakil Walikota Bitung (Vice Major of Bitung)

Acara pembukaan dimulai pukul 10:00 pada hari Jumat dan dihadiri oleh berbagai komunitas dan lapisan masyarakat, termasuk mitra kami, siswa siswi dari sekolah sekitar, pejabat pemerintah, para pendeta yang juga menjadi peserta workshop “Torang Bacirita: Green Gospel” kami, anggota dan koordinator dari Forum Masyarakat Konservasi Hutan (FMKH) yang merupakan bagian dari Program Pemulihan Tangkoko kami, juga anggota staf Dinas Pariwisata Bitung yang berperan besar dalam merealisasikan pameran ini. Hadir juga Wakil Walikota Bitung bapak Max Lomban yang secara resmi membuka Pameran Selamatkan Yaki, tetapi tidak hanya memberikan para tamu penjelasan panjang tentang mengapa konservasi Yaki penting, juga berbagi ide bagaimana masyarakat lokal dapat membantu upaya konservasi. Setelah bapak Lomban memotong tali yang dibentang di “pintu masuk” pameran, kami menuntun bapak dan istrinya, Khouni Lomban-Rawung, berjalan menelusuri pameran sembari memberikan penjelasan singkat mengenai isi pameran. Mendekati akhir perjalanan kami, bapak Lomban berhenti di spanduk SLANK kami untuk menandatangani janjinya untuk mendukung konservasi Yaki! Apakah kamu sudah pernah menandatangani salah satu spanduk SLANK kami? Kunjungilah pameran kami, berikan tanda tangan kamu dan jangan lupa tinggalkan pesan.

_REY9335 (Medium)Also present at the opening were local youth communities; Tunas Hijau who accompanied us with acoustic performances of some fun tunes and Bitung Kreatif gracing us with their interesting folk-like melodies. Of course, we also had some of our Bitung high school Yaki Ambassadors, who played a big part of the 2-day preparation phase that we had to go through prior to the opening! We were ecstatic to have been able to spend more time with them, giving ourselves a total of 3 days’ worth of bonding time. Their dedication in raising awareness about yaki conservation never ceases to amaze us and we are all so grateful and proud to have them as Ambassadors! Christy, Cindy, Frenly, Joudy, Nadya: you guys are amazing!! We were

joined by 2 of our new Yaki Ambassadors, Judie and Marly, both of whom are finalists of the Putra Putri Bitung 2015 pageant and had been appointed as Yaki Ambassadors by the juries for having shown high interest, concern and support for yaki conservation. Judie and Marly, welcome to the club, it was really lovely to hang out with you guys; you’re super awesome and we’re all very happy and excited to have you guys on board!

Hadir juga pada pembukaan ini masyarakat muda setempat; Tunas Hijau yang menemani kami dengan penampilan akustik dari beberapa lagu yang menyenangkan dan komunitas Bitung Kreatif yang menyemarakkan suasana dengan irama musik folk yang menarik. Tentu saja, ada juga beberapa Duta Yaki SMA Bitung kami, yang sangat berperan besar dalam persiapan 2 hari yang harus kami lalui sebelum acara pembukaan! Kami sangat gembira bisa mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan mereka, di mana kami mendapatkan 3 hari untuk lebih mempererat hubungan dengan mereka. Dedikasi mereka dalam meningkatkan kesadaran tentang konseravasi Yaki tidak pernah berhenti memukau kami dan kami semua sangat berterima kasih serta bangga dapat memiliki mereka sebagai Duta! Christy, Cindy, Frenly, Joudy, Nadya: kalian luar biasa!! Kami juga ditemani oleh 2 Duta Yaki yang baru, Judie dan Marly, yang keduanya adalah finalis Putra Putri Bitung 2015 dan telah ditunjuk sebagai_REY9276 (Medium) Duta Yaki oleh para juri karena telah menunjukkan minat, kepedulian dan dukungan yang tinggi untuk konservasi Yaki. Judie dan Marly, selamat datang di keluarga kami, begitu menyenangkan dapat melewati waktu dengan kalian; kalian sangat keren dan kami semua sangat senang dan gembira kalian bisa bergabung dengan kami!

Our 2nd exhibition is quite a step up from our last exhibition in Pa’Dior Tompaso; this year we have over fifty photos (and counting!), including the evergreen yaki photographs taken by wildlife photographer Andrew Walmsley—also featured at our 1st exhibition at Pa’Dior Tompaso—and new additions such as photos of our programme’s various activities involving local communities, as well as photos from our partners the Macaca Nigra Project, Tangkoko Conservation Education, Tasikoki Wildlife Rescue Center and UNSRAT. Featured also are many more photos of wildlife endemic to Sulawesi by Indonesian wildlife photographers such
as Esli Kakauhe, Stenly Pontolawokang and Iwan Hunowu. All of the photos that we feature are accompanied by descriptive information and fun facts that will help you learn more about not only the diversity and uniqueness of Sulawesi wildlife, but to also help you understand about what we do, why do it and how we do it!

Pameran kami yang ke dua ini lumayan naik tingkat dari pameran sebelumnya yang kami adakan di Pa’Dior Tompaso; tahun ini kami menampilkan lebih dari lima puluh foto (dan akan terus bertambah!), termasuk foto-foto Yaki yang lawas karya fotografer satwa liar Andrew Walmsely—juga ditampilkan di pameran pertama kami di Pa’Dior Tompaso—dan beberapa tambahan foto baru seperti foto dari berbagai kegiatan program kami yang melibatkan masyarakat lokal, serta foto dari mitra kami Macaca Nigra Project, Pendidikan Konservasi Tangkoko, Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki dan Universitas Sam Ratulangi Manado (UNSRAT). Terdapat juga foto berbagai satwa liar endemic pulau Sulawesi oleh beberapa fotografer satwa liar Indonesia seperti Esli Kakauhe, Stenly Pontolawokang dan Iwan Hunowu. Semua foto yang ditampilkan juga disertai informasi deskriptif dan fakta-fakta yang akan membantu kamu belajar lebih banyak, bukan hanya tentang keragaman dan keunikan satwa liar Sulawesi, tetapi juga membantu kamu memahami tentang apa yang kami lakukan, mengapa dan bagaimana kami melakukannya!

_REY9308 (Medium)We are also featuring photos of new beautiful artworks that were inspired by the yaki, such as a series of yaki painting by Swiss-born artist and conservationist Helen Bersacola, wood carvings by artists Jane Leakey and Sergey Osipov, yaki comic strips by one of our long-time volunteer Jurriaan Gillissen, a 5 meter mural of Sulawesi endemic species by Chrisal Sumendap & friends whom are young talented artists hailing from Manado and different parts of Minahasa. To add to all that, we also thought that it would be fun to include some interactive games that you can play while visiting the Selamatkan Yaki Exhibition. This year, our exhibition is equipped with a 3 x 3 meter yaki live game! It’s our first ever yaki game, inspired by the legendary game of Snakes & Ladders, printed on a gigantic banner material so YOU can BE the one walking through the “forest” and look for fruits and escape hunters! For the exhibition opening we invited students from several nearby schools and we were glad to see that they had fun playing a round or two, while also learning a thing or…fifty. But, it was all fun and games…until someone lands in a cage halfway through the game. And has to go back to Start. And lose all points. Sigh.

Kami juga menampilkan foto-foto karya seni baru yang indah, yang terinspirasi oleh Yaki, seperti serangkaian lukisan Yaki karya seniman & pekerja konservasi kelahiran Swiss Helen Bersacola, ukiran kayu oleh seniman Jane Leakey dan Sergey Osipov, komik strip Yaki karya salah satu relawan kami yang paling lama Jurriaan Gillissen, mural sepanjang 5 meter bertema satwa endemik Sulawesi karya Chrisal Sumendap dkk. yang adalah pemuda berbakat asal Manado dan berbagai belahan tanah Minahasa lainnya. Selain itu, kami juga berpikir bahwa akan sangat menyenangkan bila pameran ini disertai juga oleh beberapa permainan interaktif yang dapat kamu mainkan saat mengunjungi Pameran Selamatkan Yaki. Tahun ini, pameran kami dilengkapi dengan permainan live bertema Yaki seukuran 3×3 meter! Ini merupakan permainan Yaki pertama kami, terinspirasi oleh permainan Ular-Tangga yang legendaris, yang kami cetak di bahan spanduk berukuran besar agar KAMU bisa MENJADI pemain yang berjalan menelusuri “hutan”, mencari buah-buahan dan menghindari pemburu! Untuk acara pembukaan pameran, kami mengundang siswa-siswi dari beberapa sekolah terdekat dan betapa senangnya kami ketika melihat para murid sekolah dengan asyiknya bermain satu atau dua ronde, sembari belajar satu atau…lima puluh hal tentang Yaki. Tapi, permainan adalah hal yang menyenangkan…sampai seseorang mendarat di sebuah kurungan di tengah-tengah permainan. Dan harus kembali lagi ke Start. Dan kehilangan semua poin. Yah.

Also, keep your eyes out for the sketches of 7 members of a yaki family, created by the insanely talented Helen Bersacola. You can play a little game of Who’s Who with DSC_4842lowthese sketches; we’ve provided 7 “name tags” for each yaki portrait and you can have a go at trying to figure out who is the grandma, the big brother or cheeky cousin in this yaki family!

Selain itu, lihatlah sketsa 7 anggota keluarga Yaki hasil karya Helen Bersacola yang sangat bertalenta. Kamu dapat bermain Tebak Nama dengan sketsa-sketsa ini; kami telah menyediakan 7 label nama untuk setiap gambar Yaki dan kamu dapat mencoba untuk menebak yang mana si nenek, kakak atau sepupu nakal dalam keluarga Yaki ini!

The Selamatkan Yaki Exhibition at the Gedung Kesenian Bitung is open for public for the next year and throughout the year we will be updating the exhibition materials, so be sure to keep an eye and ear out for new stuff from us! With the help of the local Education Department will be making a visiting schedule for local schools, so that each school can get a turn in walking through the exhibition comfortably. With the help of our partners and Yaki Ambassadors we also hope to coordinate various activities that the students can indulge in together while visiting the exhibition. So, when you visit, don’t be surprised when running into a group of students from local schools!

_REY9248 (Medium)Pameran Selamatkan Yaki di Gedung Kesenian Bitung terbuka untuk umum sepanjang satu tahun ke depan dan dalam satu tahun ini kami akan terus memperbarui isi pameran, jadi pastikan untuk terus cek informasi baru dari kami! Dengan bantuan para mitra dan Duta Yaki kami, kami juga berharap dapat mengkoordinasikan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati oleh para siswa sekolah saat mengunjungi pameran. Jadi, ketika kamu berkunjung, jangan heran kalau bertemu dengan sekelompok siswa dari sekolah-sekolah di Bitung!

Anyone is welcome to visit and enjoy the beautiful photos and artworks, take photos with our 5-meter mural and any other available photo props, learn even more through reading our information banners and on the way out you can also sign our pledge banner! Also, don’t be shy to play the interactive games that we have! Feel free to contact any of the Selamatkan Yaki team for information and/or assistance regarding the exhibition and we hope you enjoy your visit!

Siapapun dipersilahkan untuk berkunjung dan menikmati foto-foto dan karya seni yang indah, mengambil foto dengan mural 5 meter kami atau dengan aksesoris foto yang tersedia lainnya, belajar lebih banyak dengan membaca berbagai spanduk informasi kami dan di akhir jalur pameran kamu juga bisa menandatangani spanduk dukungan untuk kami! Jangan lupa, jangan malu untuk memainkan permainan interaktif yang sudah kami sediakan! Jangan ragu untuk menghubungi salah satu anggota tim Selamatkan Yaki untuk informasi dan/atau bantuan mengenai Pameran Selamatkan Yaki dan kami harap kamu menikmati kunjungamu!

You can reach us through social media: Facebook, Twitter, Instagram; email: info@selamatkanyaki.com; phone: +62 431 869281

Kamu dapat menghubungi kami melalui media social: Facebook, Twitter, Instagram; email: info@selamatkanyaki.com; telepon: +62 431 869281

_REY9240 (Medium)The Selamatkan Yaki team would like to thank everyone who helped make this exhibition possible: our sponsors Cerza, Dublin Zoo and EAZA IUCN SSC Southeast Asia Conservation Fund, partners and collaborators; Bapak Max Lomban and Bitung governmental institutions that supported us and made the time to participate at the opening; Ibu Rita Tumewu + Ibu Erfinna Lalamentik and all staff members of the Bitung Tourism Department for the massive support, facilitating our team to the best of their abilities and helping us with final preparations; all photo and artwork contributors for the continuing support and especially for sharing your beautiful and amazing work with all of us; Tunas Hijau and Bitung Kreatif community for participating and gracing us with your talents, creating a fun and enjoyable atmosphere throughout the opening; every single person who attended and made the opening an eventful one. Last but most definitely never the least, thank you to Ibu Khouni Lomban-Rawung for all the support and our Yaki Ambassadors who enthusiastically helped with all preparations despite having other commitments, for being present and helping some more at the opening, but mostly thank you for your dedication and highly enjoyable company throughout the event and the days leading up to that!

Together we will save the yaki!

DSC_4373 (Medium)Seluruh tim Selamatkan Yaki ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua individu yang telah membantu kami merealisasikan pameran ini: sponsor kami Cerza, Dublin Zoo, EAZA IUCN SSC Conservation Fund bagian Asia Tenggara; para mitra & rekan; Bapak Max Lombah dan lembaga pemerintah Bitung yang telah mendukung kegiatan ini dan menyediakan waktu untuk berpartisipasi di acara pembukaan; Ibu Rita Tumewu + Ibu Erfinna Lalamentik dan semua aggota staf Dinas Pariwisata Bitung atas dukungan yang begitu besar, yang telah memfasilitasi tim kami dengan sebaik mungkin dan membantu kami dengan persiapan akhir; semua kontributor foto dan karya seni atas dukungan dan terlebih lagi atas kesediaannya dalam membagikan karya-karya yang indah dan menakjubkan dengan kita semua; Tunas Hijau dan komunitas Bitung Kreatif yang ikut berpartisipasi, meramaikan acara dengan bakat kalian dan menciptakan suasana yang sangat menyenangkan saat acara pembukaan. Yang terakhir tapi tidak kalah pentingnya, terima kasih kepada Ibu Khouni Lomban-Rawung untuk segala dukungannya dan kepada Duta Yaki kami yang begitu antusias dalam membantu segala persiapan walaupun sedang terikat komitmen lainnya, terima kasih sudah hadir dan membantu lebih lagi pada saat pembukaan, tetapi lebih khususnya, terima kasih atas dedikasi kalian semua dan pertemanan yang sangat menyenangkan sepanjang kegiatan berlangsung dan hari-hari menjelang acara!

Torang jaga Yaki karna torang peduli!

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s